KONTAN.CO.ID - MADRID. Gelombang panas resmi pertama tahun 2026 melanda Spanyol dengan suhu di sejumlah wilayah mencapai 40 derajat Celsius pada Minggu (21/6/2026). Kondisi cuaca ekstrem tersebut membuat warga lokal maupun wisatawan di Madrid kesulitan beraktivitas, sementara otoritas mengeluarkan peringatan terkait risiko paparan sinar matahari berlebih dan meningkatnya potensi kebakaran hutan. Badan Meteorologi Spanyol, Aemet, melaporkan bahwa 13 dari 17 wilayah di negara itu berada dalam status siaga oranye akibat cuaca panas ekstrem. Sementara itu, wilayah Basque di bagian barat laut ditetapkan dalam status siaga merah, tingkat peringatan tertinggi untuk cuaca panas.
Aemet memperkirakan gelombang panas ini akan berlangsung hingga Kamis mendatang.
Baca Juga: Trump Sebut Keir Starmer Akan Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris Di tengah suhu yang menyengat, banyak warga dan wisatawan berupaya mencari cara untuk tetap nyaman saat beraktivitas di luar ruangan. Salah satunya adalah Haily San Cesario, seorang insinyur berusia 22 tahun yang berkunjung ke pasar loak El Rastro di Madrid dari Miami, Amerika Serikat. "Saya mengenakan pakaian serba putih karena cuacanya sangat panas, dan saya membawa kipas angin listrik kecil ke mana pun saya pergi," ujar San Cesario. Kondisi serupa juga dirasakan oleh warga Madrid. Ana Garces, seorang pendidik sosial berusia 49 tahun yang juga mengunjungi pasar tersebut, mengaku cuaca panas kali ini sangat melelahkan. "Panasnya benar-benar menguras tenaga," kata Garces.
Gelombang Panas Meluas ke Sejumlah Negara Eropa
Fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Spanyol. Gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah Eropa juga memaksa sejumlah negara mengambil langkah antisipatif. Kepala operator kereta api nasional Prancis, SNCF, pada Minggu menyarankan kelompok rentan, termasuk lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, untuk menghindari perjalanan kereta selama periode gelombang panas.
Baca Juga: AS-Iran Mulai Negosiasi di Swiss, Konflik Lebanon Masih Jadi Ganjalan Sehari sebelumnya, cuaca panas ekstrem telah mendorong pemerintah daerah di Prancis memberlakukan larangan parsial konsumsi alkohol di beberapa wilayah. Sementara itu, Jerman mengeluarkan peringatan cuaca panas secara nasional, dan Spanyol menutup salah satu zona penggemar sepak bola (fan zone) demi alasan keselamatan.
Ancaman bagi Kesehatan dan Risiko Kebakaran Hutan
Meningkatnya suhu kembali memicu kekhawatiran terkait dampak gelombang panas terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia yang paling rentan mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga serangan heatstroke. Selain itu, kondisi cuaca yang sangat kering dan panas juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan di berbagai wilayah Spanyol. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air, serta menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama. Gelombang panas yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi pengingat akan meningkatnya tantangan perubahan iklim yang dihadapi negara-negara Eropa. Para ahli cuaca memperkirakan suhu tinggi masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan sebelum perlahan mereda pada akhir pekan mendatang.