Gelombang PHK Berlanjut di 2026, Korporasi AS Genjot Efisiensi dan AI



KONTAN.CO.ID - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih berlanjut di awal 2026 seiring perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat (AS) merampingkan operasional dan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi.

Raksasa teknologi Amazon pada 28 Januari mengumumkan pemangkasan 16.000 posisi secara global.

Langkah ini menjadi putaran besar kedua PHK dalam tiga bulan terakhir dan bagian dari target lebih luas untuk memangkas sekitar 30.000 pekerja korporat.


Baca Juga: IMF Minta AS Konsolidasi Fiskal, Defisit Transaksi Berjalan Dinilai Terlalu Besar

Berikut sejumlah perusahaan AS yang telah mengumumkan PHK sepanjang 2026 dilansir dari Reuters Kamis (26/2/2026):

Sektor Teknologi

  • Pinterest: Memangkas kurang dari 15% tenaga kerja (sekitar 780 orang) pada Januari, dengan mengalihkan sumber daya ke peran dan strategi berbasis AI.
  • Autodesk: Mengurangi sekitar 7% atau 1.000 karyawan untuk mengarahkan belanja ke platform cloud dan pengembangan AI.
  • Meta Platforms: Berencana memangkas sekitar 10% karyawan di divisi Reality Labs, yang mengembangkan produk metaverse dan wearable.
  • Angi: Mengurangi sekitar 350 posisi sebagai bagian dari peningkatan efisiensi berbasis AI.
  • The Washington Post: Melakukan pengurangan karyawan di tengah penyusutan cakupan pemberitaan.
  • Workday: Memangkas sekitar 2% tenaga kerja untuk realokasi sumber daya ke prioritas utama.
  • C3.ai: Mengurangi sekitar 26% karyawan (sekitar 307 orang) dalam restrukturisasi di bawah CEO baru.
Baca Juga: Pejabat AS Peringatkan Ancaman Iran Jelang Perundingan Nuklir di Jenewa

Konsumer & Ritel

  • Home Depot: Memangkas sekitar 800 posisi sebagai bagian dari program efisiensi.
  • Nike: Memberhentikan sekitar 775 karyawan, terutama di pusat distribusi Tennessee dan Mississippi.
Manufaktur & Industri

  • Dow Inc: Mengurangi sekitar 4.500 pekerja (13% tenaga kerja) guna meningkatkan profitabilitas hingga US$2 miliar.
  • Tronox: Menutup pabrik pigmen di Fuzhou, China, memangkas sekitar 550 posisi akibat lemahnya permintaan domestik dan kenaikan biaya.
  • FedEx: Merombak operasional di Prancis dan memangkas hingga 500 posisi.
  • United Parcel Service (UPS): Mengurangi volume pengiriman margin rendah dari Amazon dan memangkas hingga 30.000 posisi.
  • Peloton Interactive: Memangkas sekitar 11% tenaga kerja sebagai bagian dari upaya turnaround.
Baca Juga: Investasi Bisnis Australia Kuartal IV Naik 0,4%, Tertinggi Lebih dari Satu Dekade

Sektor Keuangan

  • Citigroup: Memangkas sekitar 1.000 karyawan sebagai bagian dari rencana dua tahun lalu untuk mengurangi total 20.000 posisi hingga 2026.
  • Mastercard: Mengurangi sekitar 4% tenaga kerja untuk memfokuskan investasi ke area prioritas.
  • Gemini: Memangkas sekitar 25% staf (hingga 200 posisi) dengan menutup sebagian operasi internasional demi mencapai profitabilitas.
AI Jadi Pendorong Restrukturisasi

Gelombang PHK ini mencerminkan pergeseran strategi perusahaan menuju otomatisasi, digitalisasi, dan integrasi AI dalam operasional.

Banyak perusahaan menyebut langkah ini sebagai bagian dari “realokasi sumber daya” dan peningkatan efisiensi, meski berdampak signifikan terhadap tenaga kerja.

Tren ini juga menunjukkan bahwa restrukturisasi korporasi di AS belum mereda pada 2026, dengan tekanan biaya, transformasi digital, dan tuntutan profitabilitas tetap menjadi faktor utama.

Selanjutnya: Bos Netflix ke Gedung Putih, Bahas Akuisisi Warner Bros Discovery & Tuntutan Trump

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Kamis (26/2)