Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, Sedikitnya 164 Orang Tewas



KONTAN.CO.ID - BOGOTA. Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi di wilayah barat Kolombia memasuki hari kedua pada Selasa (11/8/2026).

Tim penyelamat masih menyisir bangunan yang runtuh dan rumah-rumah yang rata dengan tanah, di tengah kekhawatiran jumlah korban jiwa akibat gempa terkuat dalam beberapa dekade di negara tersebut masih akan bertambah.

Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang kawasan sentra perkebunan kopi Kolombia pada Senin pagi. Sedikitnya 164 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.


Guncangan dahsyat itu menyebabkan sejumlah bangunan bertingkat di kota-kota seperti Pereira dan Cali runtuh menjadi puing. Gempa juga merusak salah satu menara katedral bersejarah di Kota Manizales.

Tim tanggap darurat yang diperkuat polisi, tentara, dan relawan terus bekerja sepanjang malam. Mereka menggunakan alat berat seperti ekskavator dan, dalam sejumlah situasi, menggali puing-puing hanya dengan tangan untuk mencari korban yang kemungkinan masih bertahan hidup.

Baca Juga: Penjualan Mobil China Turun 10 Bulan Beruntun, Ekspor Justru Melonjak

Di Cali, kota yang dihuni sekitar 2,2 juta orang, sedikitnya 85 orang dilaporkan meninggal dunia. Puluhan bangunan rusak parah, sebagian di antaranya dalam kondisi miring dan rawan runtuh, sementara sejumlah bangunan lainnya hancur total. Kondisi tersebut memaksa warga meninggalkan rumah dan berkumpul di jalanan.

Salah satu rumah sakit di Cali juga mengalami kerusakan berat. Beberapa lantai teratas bangunan rumah sakit tersebut, termasuk bagian yang digunakan untuk pelayanan pasien anak, runtuh. Sejumlah pasien dilaporkan sempat terjebak di dalam bangunan.

Direktur rumah sakit, Irne Torres Castro, mengatakan kepada televisi Caracol bahwa sekitar 600 pasien lainnya terpaksa mendapatkan perawatan di luar gedung, di tengah jalan yang dipenuhi puing-puing bangunan.

Relawan Terus Mencari Korban

Upaya penyelamatan juga melibatkan warga setempat. Carmen Yasmin Garcia, 43 tahun, warga Cali yang bergabung sebagai relawan tim penyelamat, mengatakan kelompoknya berhasil membebaskan tujuh orang dari sebuah bangunan yang runtuh pada Senin sore.

Namun, empat orang lainnya dan seekor anjing masih terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Kapal Kargo Diserang di Bab el-Mandeb, Tiga Awak Kapal Tewas

"Beberapa saat yang lalu terdengar suara garukan, tetapi sekarang kami tidak bisa mendengar apa pun. Kami masih berharap anjing itu masih hidup dan kami bisa mengeluarkan orang-orang ini," kata Garcia.

Ia juga menyerukan lebih banyak bantuan dari masyarakat untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun.

"Kami membutuhkan orang-orang dengan tongkat dan sekop. Semakin banyak orang yang membantu, semakin baik," ujarnya.

Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di sejumlah lokasi terdampak. Kondisi bangunan yang tidak stabil menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi, sementara potensi ditemukannya korban lain di bawah reruntuhan membuat operasi penyelamatan terus dikebut.

Dengan proses pencarian yang masih berlangsung, otoritas Kolombia memperkirakan jumlah korban akibat gempa 7,4 magnitudo tersebut masih dapat bertambah.