Gempa Ambon, Bandara Pattimura tetap beroperasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terjadinya gempa beruntun di Ambon pada Selasa (31/10) menimbulkan banyak kerusakan bangunan dan fasilitas umum, termasuk beberapa fasilitas di Bandara Pattimura.

Hasil dari pemeriksaan serta koordinasi internal dan eksternal di lingkungan Bandara Pattimura, terdapat beberapa kerusakan fisik bangunan, tapi tidak mengganggu operasi penerbangan.

Dengan demikian, pagi tadi (1/11) telah mendarat dengan selamat tiga penerbangan yakni Batik Air dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, serta Batik Air dan Lion Air dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.


"Titik gempa itu tak jauh dari permukaan di area bandara. Kami sudah mengecek kondisi landasan pacu Bandara Pattimura dan tidak ada retakan, sehingga operasi penerbangan tidak terpengaruh oleh akibat gempa tersebut," kata Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara di Jakarta pada Rabu (1/11).

Menurut Agus, operasional bandara harus tetap berjalan normal sesuai dengan standar keselamatan. Penumpang penerbangan yang akan melakukan perjalanan ke Ambon atau dari Ambon bisa tetap tenang karena sampai saat ini operasional bandara masih dalam standar keselamatan.

Akibat gempa di Ambon itu, kondisi bangunan tower mengalami retak dan pecah kaca pada kabin controller lebih dari 50 persen. Namun secara umum fasilitasnya masih berfungsi.

Fasilitas navigasi, DVOR PMA, Localizer, dan GPS, setelah dilakukan pengecekan dan berdasarkan parameter yang ditampilkan, kondisinya masih normal. Begitu juga dengan kondisi radar dan VHF ER di Gunung Nona, yang dilaporkan masih beroperasi normal.

AirNav Indonesia Cabang Pratama Ambon melaksanakan contingency plan untuk menjamin operasional penerbangan di Bandara Pattimura tetap berjalan.

Mengingat tower belum bisa dipergunakan, dengan mempertimbangkan fasilitas dan kesiapan mental personel ATC, maka operasional APP dan tower dilakukan di ruang Briefing Office. Ruangan ini merupakan tempat yang paling memungkinkan dan aman untuk dipergunakan sebagai antisipasi gempa susulan.

Saat ini, AirNav juga menyiapkan fasilitas komunikasi, yang pada pukul 04.00 WIT sudah siap dioperasikan. Sementara itu, karena pelayanan tower tidak dilakukan di tempat yang tinggi, maka observasi landasan pacu dilakukan oleh personel ATC dari watch room PKPPK.

"Operasional tower di watch room itu akan dilakukan sampai perbaikan tower selesai dan bisa digunakan lagi," tutur Agus.

Dari hasil koordinasi antara Otoritas Bandara Wilayah VIII Bandara Pattimura Ambon dengan PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Pattimura, Lanud Pattimura dan AirNav Indonesia Cabang Ambon, saat ini fasilitas bandara, serta landasan pacu, taxiway, dan apron kondisinya aman.

Fasilitas kelistrikan dan lainnya juga normal. Namun terjadi kerusakan fisik di terminal berupa plafon runtuh di beberapa bagian, tapi struktur bangunan masih utuh.

Seperti disebutkan tadi, kondisi landasan pacu, taxiway, dan apron, tidak ada kerusakan. Dengan demikian, pada pagi tadi, tiga penerbangan sudah mendarat dengan selamat.

Selanjutnya pihak Bandara Pattimura melakukan kunjungan ke kokpit pesawat yang melakukan penerbangan tersebut. Ketiga pilot dari maskapai Batik Air dan Lion Air menyatakan bahwa tidak ada penurunan kualitas pelayanan dari navigasi penerbangan dan komunikasi.

"Alhamdulillah, meskipun pelayanan dilakukan dari operational room darurat, tapi operasional tetap berjalan normal. Semoga keadaan segera pulih dan tidak ada lagi gempa atau bencana berikutnya," ujar Fheny Purwo H, GM AirNav Indonesia Cabang Ambon.

Pihak AP I, Lanud Pattimura, dan Airnav terus melakukan pengecekan dan pembersihan fasilitas bandara untuk mempersiapkan operasional dan pelayanan penerbangan esok hari. Diharapkan tidak terjadi gempa susulan, sehingga aktivitas penerbangan besok berjalan normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto