Gempa Jepang Tewaskan 13 Orang, Tim Penyelamat Berpacu Evakuasi Korban di Mal AEON



KONTAN.CO.ID - Korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang selatan, bertambah menjadi sedikitnya 13 orang hingga Rabu (29/7/2026).

Tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.


Baca Juga: Zelenskiy Lobi Trump untuk Rudal Patriot, Perundingan Damai Rusia Kembali Dibahas

"Hingga saat ini masih ada orang-orang yang menunggu untuk diselamatkan dan ini adalah perlombaan melawan waktu. Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang," ujar Takaichi kepada wartawan di Tokyo, Rabu dikutip Reuters.

Jumlah korban tewas meningkat tajam dibanding laporan sebelumnya yang menyebutkan tiga orang meninggal dunia.

Gempa tersebut menyebabkan aliran listrik padam di puluhan ribu rumah serta merusak jalan-jalan utama di wilayah terdampak.

Pada Rabu dini hari, tim penyelamat berhasil mengevakuasi delapan orang dari reruntuhan pusat perbelanjaan yang ambruk sebagian.

Baca Juga: Donald Trump Bertemu Zelenskiy dan Netanyahu, Apa yang Dibahas?

Dua perempuan berusia sekitar 20 tahun dilaporkan tewas setelah terjadi ledakan yang diduga berasal dari pusat perbelanjaan sekitar satu jam setelah gempa terjadi.

Penyebab ledakan masih diselidiki, namun media lokal menyebut dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas.

Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan personel militer memusatkan pencarian di area bangunan tempat sejumlah korban masih sempat menghubungi tim penyelamat.

Penyiar publik NHK sebelumnya melaporkan sekitar 20 hingga 30 pekerja pusat perbelanjaan belum diketahui keberadaannya.

Di lokasi lain, tujuh orang masih dinyatakan hilang setelah cerobong asap di pabrik Nippon Paper Industries runtuh.

Empat orang lainnya mengalami luka serius. Sejumlah rumah sakit di wilayah tersebut juga merawat puluhan korban luka.

Baca Juga: Pemerintahan Trump Tutup Pintu Bagi Robot Humanoid China di Pasar AS

Ratusan ribu warga mengungsi

Di seluruh Prefektur Kumamoto, sekitar 260.000 warga diminta mengungsi ke pusat-pusat evakuasi.

Pusat gempa berada sekitar 20 kilometer di selatan Kota Kumamoto, kota terbesar di Pulau Kyushu bagian tengah yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa.

Pemerintah Jepang memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan selama sekitar satu pekan ke depan, termasuk ancaman tanah longsor.

Lebih dari 36.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko serangan panas karena suhu diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius pada Rabu.

Baca Juga: Gempa M 7,1 Jepang Picu Kebakaran dan Ledakan Mal AEON, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Rumah sakit kewalahan

Salah satu rumah sakit di Kota Uki, dekat pusat gempa, mengatakan pemadaman listrik membuat operasional rumah sakit terganggu.

"Kondisinya kini seperti rumah sakit lapangan," kata kepala bagian administrasi rumah sakit tersebut kepada NHK.

Rumah sakit lain di kota yang sama menghentikan sementara penerimaan pasien baru setelah menangani 86 korban gempa, termasuk tiga orang yang mengalami luka berat.

Sejumlah penumpang kereta cepat atau shinkansen juga dilaporkan mengalami luka saat gempa terjadi.

Baca Juga: Mal AEON Simbol Kebangkitan Kumamoto Jepang Selatan Hancur Lagi Setelah Gempa M 7,1

Pusat perbelanjaan Aeon mengalami kerusakan parah

Kerusakan paling mencolok terjadi di pusat perbelanjaan Aeon, mal terbesar di Prefektur Kumamoto.

Salah satu sisi bangunan yang menampung sekitar 200 toko hancur akibat ledakan, memperlihatkan rangka baja bangunan dan puing-puing yang berserakan di area parkir.

Juru bicara Aeon menyatakan, seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi segera setelah gempa terjadi. Namun, penyebab pasti ledakan yang menyusul gempa masih belum diketahui.

Saham Aeon turun 1,9% pada perdagangan pagi di Bursa Tokyo, sementara indeks acuan Jepang justru menguat sekitar 0,8%.

Sejumlah perusahaan besar yang memiliki fasilitas produksi di wilayah terdampak, seperti Tokyo Electron dan Honda, menghentikan operasional pabrik hingga Rabu.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan Dekat Puncak Sebulan Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Sementara itu, produsen chip terbesar di dunia, TSMC, telah mengevakuasi pekerja dari pabriknya sebagai langkah antisipasi, namun mulai melanjutkan operasional secara bertahap sejak Selasa malam.

Gempa juga mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah jalan raya dengan retakan besar yang mengganggu arus lalu lintas.

Jepang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, wilayah yang menjadi lokasi sekitar 20% gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 atau lebih di dunia.

Sepuluh tahun lalu, gempa besar yang juga mengguncang Kumamoto menewaskan 275 orang, melukai 2.739 orang, serta merusak ribuan bangunan, termasuk tembok Kastel Kumamoto yang menjadi salah satu ikon wisata Jepang.