Gempa NTT, ASDP Sesuaikan Operasional Penyeberangan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operasional transportasi penyeberangan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut terdampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

GM ASDP Cabang Kupang R.M. Ardhani Friandy mengataka operasional di wilayah Flores/NTT belum sepenuhnya kembali normal setelah ASDP melakukan penundaan pelayaran pada 15–16 Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap keselamatan pelayaran.

“ASDP terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Ardhani kepada Konta.co.id, Senin (17/8).


Baca Juga: Motor Listrik Digenjot, Pengamat Ingatkan Ancaman bagi Bengkel dan UMKM

Meski operasional sempat ditunda, Ardhani memastikan hingga saat ini tidak terdapat laporan kerusakan fasilitas pelabuhan maupun gangguan pada lintasan penyeberangan ASDP akibat gempa.

Adapun penundaan pelayaran reguler pada 15–16 Agustus 2026 dilakukan sebagai langkah preventif. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan keselamatan pelayaran, penumpang, awak kapal, serta kendaraan yang dilayani.

Dari sisi volume angkutan, kondisi pascagempa turut memengaruhi jumlah penumpang dan kendaraan yang menggunakan layanan penyeberangan ASDP. Penurunan volume penumpang antara lain dipengaruhi kondisi cuaca dan situasi pasca gempa.

Sementara itu, pada angkutan kendaraan, ASDP mencatat adanya penumpukan atau antrean di sejumlah titik akibat penundaan keberangkatan kapal.

Untuk menjaga keselamatan sekaligus mengantisipasi antrean kendaraan, ASDP melakukan penyesuaian jadwal dan pola operasional secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan jalur pelayaran.

“ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, dan KUPP untuk memastikan jalur pelayaran yang akan dilalui kapal berada dalam kondisi aman. Apabila kondisi memungkinkan, penyesuaian jadwal maupun penambahan trip dapat dilakukan untuk membantu mengurai antrean kendaraan," ujarnya.

Ke depan, ASDP memproyeksikan operasional penyeberangan di wilayah Flores/NTT dapat kembali normal secara bertahap. Namun, pengoperasian kapal tetap akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait.

“Jika kondisi muatan di lapangan meningkat, ASDP juga akan menyiapkan langkah mitigasi berupa penambahan trip atau penyesuaian armada, sesuai dengan kondisi operasional dan keselamatan pelayaran," pungkasnya.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan 300 Perusahaan BUMN Ditutup hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News