KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (
MDKA) akan menggelar Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMED) IV atau private placement dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 2.447.298.377 saham. Jumlah tersebut setara 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor MDKA, yakni 24.472.983.771 saham dengan nominal Rp 20 per saham.
Private placement ini dilakukan dalam rangka pengembangan kegiatan usaha serta upaya memiliki kesempatan untuk melaksanakan potensi ekspansi. Dari situ, MDKA memandang perlu aksi korporasi untuk memperkuat struktur permodalannya. Dana yang diperoleh dari hasil private placement tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja MDKA dan grup perusahaan dengan porsi 30%. Baca Juga: Tambah Kuota Produksi Bijih Nikel, Central Omega (DKFT) Bakal Ajukan Revisi RKAB Di samping itu, sisa dananya akan digunakan untuk pengembangan usaha MDKA dan gruup perusahaan, baik dalam bentuk belanja modal dan/atau pembelian saham dan/atau pembelian aset dan/atau penyertaan saham serta metode transaksi yang sesuai pada satu atau lebih perusahaan dengan industri yang sesuai atau terkait dengan kegiatan usaha perusahaan. "Persentase ini dapat berubah sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan grup perusahaan," tulis Manajemen MDKA dalam keterbukaan informasi, Jumat (19/6/2026). Penerbitan saham baru dari private placement akan meningkatkan jumlah saham yang dikeluarkan MDKA, sehingga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perusahaan. Pelaksanaan PMTMETD IV juga akan memberikan dana tambahan bagi MDKA untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha dan memperkuat struktur permodalan perusahaan. "Manfaat tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham perusahaan," ungkap Manajemen MDKA. Setelah pelaksanaan PMTHMETD IV menjadi efektif, persentase kepemilikan saham dari pemegang saham MDKA saat ini akan mengalami dilusi sebesar maksimum 9,091%. Lantas, MDKA akan meminta restu kepada pemegang saham atas rencana aksi korporasi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 23 Juni 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News