Meski banyak pesaing, bisnis Leon Black justru makin berkibar. Black pun kian gencar membuat investasi baru. Hingga tahun 2014, pria kelahiran tahun 1951 ini telah menelurkan delapan equity fund dan mampu menggaet dana investor dalam jumlah besar. Seperti miliarder lain, di balik kesuksesan berbisnis, Black tidak lupa menyisikan dana untuk beramal. Tercatat Black pernah mengguyur dana US$ 40 juta ke lembaga riset yang fokus di penyakit kanker Melanoma. Kesuksesan Leon Black mengelola bisnis private equity menginspirasi banyak pihak. Tak heran, jumlah perusahaan private equity seperti Apollo Global Management mulai bermunculan. Menjamurnya perusahaan sejenis rupanya berefek bagi bisnis miliarder asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Ia sempat kesulitan mendapatkan pendanaan dari investor. Terlebih pascakrisis tahun 1998. Persaingan yang ketat antar-private equity dan pasar yang tak mendukung membuat bisnis Black sempat sempoyongan.
Gencar mendirikan investasi baru (4)
Meski banyak pesaing, bisnis Leon Black justru makin berkibar. Black pun kian gencar membuat investasi baru. Hingga tahun 2014, pria kelahiran tahun 1951 ini telah menelurkan delapan equity fund dan mampu menggaet dana investor dalam jumlah besar. Seperti miliarder lain, di balik kesuksesan berbisnis, Black tidak lupa menyisikan dana untuk beramal. Tercatat Black pernah mengguyur dana US$ 40 juta ke lembaga riset yang fokus di penyakit kanker Melanoma. Kesuksesan Leon Black mengelola bisnis private equity menginspirasi banyak pihak. Tak heran, jumlah perusahaan private equity seperti Apollo Global Management mulai bermunculan. Menjamurnya perusahaan sejenis rupanya berefek bagi bisnis miliarder asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Ia sempat kesulitan mendapatkan pendanaan dari investor. Terlebih pascakrisis tahun 1998. Persaingan yang ketat antar-private equity dan pasar yang tak mendukung membuat bisnis Black sempat sempoyongan.