Gencatan Senjata di Ujung Tanduk, Trump: Militer AS Tetap Berada di Sekitar Iran



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kapal dan pesawat militer AS akan tetap berada di sekitar Iran dan mengancam bahwa AS akan mulai "menembak" lagi kecuali Teheran sepenuhnya mematuhi kesepakatan yang dicapai dengan Washington.

“Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, beserta amunisi dan persenjataan tambahan, akan tetap berada di dan sekitar Iran, sampai kesepakatan yang sebenarnya dipatuhi sepenuhnya tercapai,” kata Trump di platform Truth Social miliknya seperti dikutip Reuters, Rabu (8/4/2026) malam.

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat tidak mungkin, maka ‘penembakan’ akan dimulai, lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya,” tambah Trump.


Baca Juga: Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Dampak Gencatan Senjata AS-Iran

Iran sebelumnya mengatakan pada hari Rabu bahwa akan "tidak masuk akal" untuk melanjutkan pembicaraan guna mencapai kesepakatan perdamaian permanen dengan Amerika Serikat setelah Israel membombardir Lebanon dengan serangan terberatnya pada hari Rabu (8/4/2026). Di mana, serang tersebut menewaskan ratusan orang.

Kedua pihak tampaknya memiliki perbedaan pendapat yang jauh mengenai program nuklir Iran, dengan Trump mengatakan Iran telah setuju untuk menghentikan pengayaan uranium. 

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammed Bager Qalibaf mengatakan bahwa Iran diizinkan untuk melanjutkan pengayaan uranium berdasarkan ketentuan gencatan senjata.

"Sudah disepakati sejak lama, dan terlepas dari semua retorika palsu yang menyatakan sebaliknya - TIDAK ADA SENJATA NUKLIR dan, Selat Hormuz AKAN TERBUKA & AMAN," tambah Trump dalam unggahan Truth Social-nya pada Rabu malam.