Generali Indonesia Siap Gaet Bank Pasarkan Asuransi



JAKARTA. Persaingan industri asuransi jiwa tanah air semakin ketat. Pelaku pun sudah siapkan serangkaian strategi untuk memasarkan produk asuransi jiwa. Tak terkecuali dengan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia.

Perusahaan asuransi jiwa yang berinduk di Italia ini, baru genap setahun beroperasi di Indonesia. Saat ini, pendapatan Generali murni baru berasal dari penjualan employee benefit mereka, yang tahun lalu berhasil mencetak premi sebesar Rp 11,4 miliar.

Nah tahun ini, Generali pun berencana mengembangkan bisnis mereka. Saat ini, mereka tengah menyiapkan produk baru, yang merupakan produk proteksi berbalut investasi atau unitlink.


"Kami melihat tren ke depan produk unitlink yang diminati. Produk yang akan kami luncurkan itu sangat unik dan belum ada di pasaran," imbuh Chief Executive Officer Generali Indonesia Edy Tuhirman kepada Kontan, Jumat (26/3).

Edy mengaku, segala persiapan terkait produk baru mereka itu telah siap, dan tinggal menantikan persetujuan dari regulator. Edy menambahkan, produknya itu kelak akan dipasarkan melalui distribusi bancassurance. "Saat ini, sudah ada dua bank asing yang siap bekerjasama dengan kami," tandas Edy.

Menurut Edy, tahun ini mereka memang akan memfokuskan pemasaran bancassurance. Meski demikian pihaknya tidak jor-joran menggaet bank dalam jumlah banyak. "Tahun ini paling banter kami hanya akan menambah kerjasama dengan dua bank lagi," kata Edy.

Sembari menunggu persetujuan produk dari regulator, Generali masih tetap memfokuskan diri pada distribusi antar usaha (business to bussines). Edy melihat, Indonesia masih menyimpan potensi yang besar di bisnis ini.

Saat ini, Generali mempunyai sekitar 1.400 klien di seluruh dunia, dan sepertiga dari jumlah itu ada di Indonesia. Dan itu berarti peluang bagi Generali.

Hingga sekarang, Generali telah memiliki klien 48 perusahaan dengan total member sebanyak 7.456 member. "Hingga Februari 2010 member kami sudah naik tiga kali lipatnya," ujar Edy.

Edy sendiri optimistis bisnisnya tahun bisa semakin baik, apalagi nanti setelah produk barunya meluncur. "Dua bulan pertama tahun 2010 ini, premi kami saja sudah naik tiga kali lipat dibandingkan peroleh premi sepanjang tahun lalu. Namun untuk proyeksi tahun ini, kami belum bisa ungkapkan, karena sudah menjadi kebijakan kami," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa