Genjot investor lokal demi menahan net sell asing



JAKARTA. Maraknya aksi jual yang belakangan terjadi, dinilai menjadi salah satu tanda adanya rencana kenaikan suku bunga oleh The Fed. Misalnya saja yang terjadi pada perdagangan pekan kemarin, dimana tercatat net sell sebesar Rp 7,13 triliun sepanjang pekan kemarin.

Sementara pada pekan sebelumnya, tercatat net buy sebesar Rp 834,82 miliar. Aliran dana investor asing sampai dengan saat ini masih tercatat beli bersih Rp 21,66 triliun.

Teguh Hidayat, Direktur Avere Mitra Investama mengungkapkan besar kemungkinan Fed rate itu akan terus mengalami kenaikan. Sebab, akan mengikuti perkembangan perekonomian Amerika Serikat.


Hanya saja kenaikan tersebut akan dilakukan secara bertahap. "Sejak Fed rate dibicarakan akan naik sejak 2013, IHSG juga naik signifikan," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (4/6).

Sejak 2013 hingga 2017 saat ini pun banyak peristiwa yang sudah terjadi, dan asing banyak yang keluar maupun masuk. Namun, Teguh melihat bahwa pasar Indonesia tetap kondusif. "Apa pun yang menyebabkan IHSG naik dan turun, Fed rate tidak akan menjadi faktor yang cukup berpengaruh," tambahnya.

Dia mencontohkan beberapa faktor yang berpengaruh. Diantaranya seperti Brexit, kenaikan dan penurunan harga minyak dunia, jatuhnya indeks harga saham China, dan adanya aksi damai 212. Menurutnya, ada kasus lain yang diperhatikan oleh investor asing selain Fed rate.

Yakni faktor keamanan dalam negeri yang juga berperan penting. "Fed rate itu biasanya ketika dia naik, pengaruhnya ke saham-saham perbankan tapi hanya satu-dua hari saja," tambahnya.

Bila ada kenaikan Fed rate nanti, justru sudah siap dihadapi oleh pasar dalam negeri. Diantaranya seperti adanya beberapa regulasi yang menunjang pasar modal. Sehingga bisa menarik banyak minat orang untuk terjun pada pasar modal Indonesia.

Termasuk juga di antaranya kampanye nabung saham. "Sebenarnya Indonesia itu besar, tapi pemain sahamnya masih sedikit," imbuhnya.

Oleh karena itu tak heran bila, akhirnya dia menilai bila asing melakukan net sell langsung memberikan pengaruh kepada IHSG. Bila investor lokal ini ditingkatkan maka dana milik investor domestik akan bisa lebih besar. Sehingga bila asing keluar dan masuk, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap IHSG.

"Kalau diperhatikan sejak Agustus 2015 kita jatuh, IHSG naik turun dan fluktuatif. Dulu bisa turun 5%-7% sehari, sekarang gak pernah. Tapi sekarang IHSG bisa turun 2% sehari, itu orang sudah kaget, dan heboh. Sekarang pasar lebih bagus," katanya.

Menurutnya, faktor keamanan dalam negeri memegang peranan penting. Dia mencermati peristiwa politik seperti pada 2019 bisa berdampak pada IHSG, termasuk net sell.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto