KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif, kolaborasi menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga pertumbuhan. Tak cuma mengandalkan ekspansi konvensional, sejumlah bank mulai membangun ekosistem kemitraan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Salah satunya Bank Woori Saudara (BWS) mengembngkan beberapa kemitraan dengan pengembang properti maupun penyedia jasa layanan kesehatan. Salah satu kemitraan itu, kerjasama dengan Sinar Mas Land. BWS menghadirkan skema pembiayaan properti dengan penawaran uang muka (DP) 0% serta diskon harga hingga 24,5% untuk proyek tertentu. Program ini hingga 31 Maret 2026. Skema tersebut tengah kondisi suku bunga yang relatif lebih kompetitif, sekaligus memberikan daya tarik tambahan bagi calon pembeli rumah. Kemitraan ini bukan sekadar promosi penjualan, tetapi mencerminkan strategi berbasis ekosistem.
“Dengan menggandeng pengembang besar, bank berupaya memperkuat portofolio kredit pemilikan rumah (KPR) melalui proyek-proyek yang memiliki reputasi dan permintaan pasar yang kuat.
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 10,2% Jadi Rp 8.416 Triliun pada Januari 2026 "Di saat yang sama, risiko dapat lebih terukur karena bekerja sama dengan mitra yang memiliki rekam jejak pengembangan properti yang mapan” kata Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas., dalam keterangannya, Selasa (24/20. Skema DP 0% dan diskon signifikan juga menjadi respons terhadap dinamika ekonomi saat daya beli masyarakat mulai membaik seiring siklus suku bunga yang lebih bersahabat. Momentum ini berpotensi mengakselerasi pertumbuhan kredit konsumsi. Terutama pada segmen karyawan yang menjadi salah satu basis nasabah utama BWS dan di tengah kondisi suku bunga yang akomodatif. BWS juga memperluas kemitraan di bidang kesehatan. Bank ini menjalin kerja sama dengan Kimia Farma dan Prodia untuk menghadirkan program pemeriksaan kesehatan bagi nasabah. Kolaborasi ini memberikan nilai tambah yang lebih luas dari sekadar layanan finansial. Program cek kesehatan tersebut dipandang strategis karena menyasar kebutuhan riil masyarakat urban dan kalangan pekerja. Dengan menawarkan akses layanan kesehatan melalui jaringan mitra yang kredibel, BWS membangun kedekatan sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah. Kemitraan lintas sektor tersebut mencerminkan arah strategis yang terukur. Di satu sisi, BWS memanfaatkan momentum suku bunga yang lebih murah untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan. Di sisi lain, bank tetap memperhatikan faktor kehati-hatian dengan menyasar segmen nasabah yang relatif stabil, seperti karyawan perusahaan melalui skema payroll dan kerja sama institusi. Keunggulan BWS pada eksposur terhadap nasabah karyawan menjadi fondasi penting dalam strategi ini. Basis nasabah dengan penghasilan tetap dinilai memiliki profil risiko yang lebih terjaga, terutama dalam pembiayaan konsumtif seperti kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit multiguna. Hal ini memberi ruang bagi bank untuk tumbuh secara lebih selektif tanpa mengorbankan kualitas aset. Dalam konteks persaingan industri, diferensiasi melalui kemitraan menjadi nilai tambah tersendiri. "Alih-alih bersaing semata pada suku bunga, bank menawarkan paket manfaat terintegrasi mulai dari akses properti dengan skema menarik hingga layanan kesehatan. Strategi ini memperluas proposisi nilai bank di mata nasabah,” ungkap Azis. Pendekatan kolaboratif semacam ini dapat menjadi penopang pertumbuhan jangka menengah. Dengan memadukan pembiayaan properti, layanan kesehatan, dan basis nasabah karyawan, BWS membangun model bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan siklus ekonomi.
Efektivitas strategi ini akan bergantung pada konsistensi eksekusi dan pengelolaan risiko. Deretan kemitraan menunjukkan, BWS memiliki arah yang jelas dalam memanfaatkan peluang ekonomi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas portofolio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News