Genjot Layanan GrabMart, Grab Indonesia Dorong Digitalisasi ke Kota-Kota Kecil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab Indonesia akan terus mengembangkan layanan sekaligus mendorong digitalisasi ke kota-kota kecil di Indonesia.

Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia menjelaskan, pihaknya tetap fokus pada bisnis jasa transportasi, pesan antar makanan, kurir, dan pembiayaan di bawah OVO.

Salah satu inovasi layanan yang dianggap Neneng cukup berhasil ialah GrabMart. Sebagai informasi, GrabMart merupakan layanan pengiriman barang kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, barang kebutuhan pribadi dan sebagainya.


Neneng mengakui, saat ini sudah ada 5.200 pasar tradisional yang bergabung (on-board) di layanan GrabMart.

Baca Juga: Lebih 4.000 Mitra Pengemudi Grab beserta Keluarga di 16 Kota Nonton Bareng Sri Asih

“Dampak dari GrabMart ini bagus sekali. Misalnya saja penjual di Pasar Tomang ada yang tadinya sebelum pandemi penjualannya hanya Rp 15 juta sekarang menjadi lebih dari Rp 120 juta dan ini terus berlanjut setelah pandemi,” jelasnya dalam acara Kompas 100 CEO Forum 2022 di Jakarta, Selasa (22/11).  

Adapun Grab Indonesia tidak hanya mengembangkan layanan ini di Jakarta saja, tetapi pihaknya sudah ada di 8 Provinsi di Indonesia. Bahkan Grab Mart juga sudah hadir di Ibu Kota Nasional (IKN) baru di Kalimantan.

“Kami sudah on board di IKN pasar tradisional kecil. Kami bantu mengedukasi, pertama on board driver online, mereka tadinya tidak membayangkan ada Grab di IKN sana. Tetapi setelah adanya driver Grab Bike di pasar dan makanan di sekitarnya, itu sesuatu banget,” terangnya.

Neneng menegaskan, ke depannya Grab Indonesia akan mendorong digitalisasi ke kota-kota kecil atau wilayah tier 2 dan tier 3. Grab memiliki tema bahwa masa depan ada di kota kecil.

Pihaknya akan masuk ke sana untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal ekosistem digital, manajemen finansial melalui kerja sama dengan beberapa pihak.

Baca Juga: Perluas Akuisisi Nasabah, BSI Layani Buka Rekening Online Lewat Aplikasi Grab

Menurut hasil survey yang dilakukan Grab Indonesia bersama dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, setelah Grab masuk ke Kupang, Jayapura perekonimian di sana bergerak lebih baik.

“Hal ini ditandai dengan kotanya jadi terang lebih lama dibandingkan sebelumnya,” kata Neneng.

Secara umum, Neneng melihat meski ekonomi global dibayangi  sentimen resesi, sejauh ini Grab melihat kondisi di Indonesia masih baik di tahun depan. Dia menilai dari sisi bisnis masih banyak peluang yang belum tergarap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto