Genjot Pangsa Pasar di Indonesia, Strava Pangkas Harga Langganan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren gaya hidup aktif yang terus berkembang di Indonesia membuka peluang bagi platform digital di sektor kebugaran untuk memperluas basis pengguna. Namun, sensitivitas harga masih menjadi faktor dalam mendorong adopsi layanan berbayar.

Maka, Strava menurunkan harga langganan hingga 40% di Indonesia. Langkah ini sebagai strategi untuk meningkatkan penetrasi sekaligus memperkuat keterlibatan pengguna di pasar domestik.

Platform dengan lebih dari 195 juta pengguna di lebih dari 185 negara ini menawarkan lima pilihan paket berlangganan. Langganan bulanan Rp 49.900 dari sebelumnya Rp 85.000.


Sementara paket tahunan menjadi Rp349.900 dari Rp549.000. Adapun paket keluarga turun menjadi Rp 795.000 per tahun, paket pelajar Rp 174.500 per tahun, serta bundling Strava dan Runna menjadi Rp 899.999 per tahun.

Penyesuaian harga ini juga akan berlaku otomatis bagi pelanggan lama pada siklus perpanjangan berikutnya, tanpa perubahan fitur maupun pengurangan layanan.

Baca Juga: GoPay Sediakan Layanan Pembelian Tiket Transjakarta di Aplikasi

“Kami memahami, gaya hidup aktif sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Laporan terbaru kami menunjukkan bahwa hampir separuh responden di Indonesia menyatakan klub lari adalah tempat yang baik untuk bertemu orang lain,” ujar Louisa Wee, Chief Marketing Officer Strava, dalam keterangan resmi, Selasa (31/3). 

Penurunan harga ini tidak diikuti pengurangan fitur. "Kami tetap menyediakan fitur yang sama untuk membantu lebih banyak pengguna mencapai tujuan kebugaran,” tambahnya.

Dengan berlangganan, pengguna tetap dapat mengakses berbagai fitur utama. Seperti penetapan target kebugaran (goals), rekomendasi latihan mingguan yang dipersonalisasi, hingga analisis performa dan prediksi waktu lomba. Selain itu, fitur sosial seperti klub, kudos, dan komentar juga menjadi daya tarik dalam membangun interaksi komunitas.

Langkah ini menjadi bagian strategi lokalisasi Strava di Indonesia, setelah sebelumnya menghadirkan dukungan Bahasa Indonesia pada 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News