Genjot populasi sapi, Kemtan dorong inseminasi



JAKARTA. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong lebih banyak lagi program inseminasi buatan (IB) untuk memperbanyak sapi Indonesia, terlebih Kementerian Pertanian juga telah bekerja sama teknologi pembuahan beku dengan Spanyol.

"Dianggarkan untuk IB semaksimal mungkin. Kalau bisa buntingkan sapi hingga dua juta ekor sapi se-Indonesia," kata Amran Sulaiman alam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional Tahun 2016 yang digelar di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/5).

Menurut Amran, bila dari dua juta sapi yang bunting itu saja tingkat keberhasilannya mencapai 50 persen, maka berarti telah didapatkan hingga sebanyak satu juta sapi baru.


Untuk itu, ia juga mengimbau agar sapi-sapi betina di berbagai daerah juga dapat diberikan cap stempel bagi mereka yang belum bunting, sehingga dapat dilakukan IB terhadap sapi tersebut.

"Ke semua peternakan bawa stempel, tinggal dicap (sapi) yang belum bunting," katanya.

Mentan juga menuturkan pengalamannya merasakan daging sapi wagyu yang ternyata harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Untuk itu, Amran mengemukakan segera menanyakan dari mana asal daging sapi itu dan meminta jajaran Kementan untuk dapat membawanya pulang sapi yang menghasilkan daging jenis tersebut ke Indonesia agar bisa diternakkan di sini.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan pihak Spanyol dalam rangka melakukan inseminasi buatan melalui pembuahan beku yang berasal dari Negara Matador tersebut untuk mengembangkan sapi lokal yang ada di Indonesia.

"Khusus Spanyol, mereka punya 'cement' (sperma) beku dengan tingkat keberhasilan 90 persen," kata Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman setelah menerima sejumlah duta besar berbagai negara di Kementan, Selasa (24/5).

Menurut Mentan, Spanyol bakal bekerja sama untuk mengekspor sperma beku tersebut ke Indonesia, sehingga pengembangan sektor peternakan di Tanah Air bisa dipercepat.

Indonesia, ujar dia, juga harus dapat alih teknologi dengan tingkat kesuksesan seperti itu karena akan bermanfaat ke depannya dengan tidak lagi mengambil sapi induk dari luar negeri, tetapi mengembangbiakkannya di sini.

Apalagi, menurut Mentan Amran Sulaiman, sapi yang dihasilkan dari inseminasi buatan dengan menggunakan pembuahan sperma beku asal Spanyol tersebut, juga dinilai bakal menghasilkan anak sapi yang bobotnya 3-4 kali lipat sapi lokal.

"Sehingga tidak akan perlu lagi indukan dari luar, cukup indukan dalam negeri," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan