Genjot Produksi Emas, Bumi Resources Minerals (BRMS) Siapkan Tiga Agenda Utama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan produksi emas pada 2026 hingga 2027.

Fokus utama perseroan diarahkan pada pengembangan tambang, peningkatan kapasitas pengolahan, serta eksplorasi skala besar untuk memperkuat basis cadangan jangka panjang.

Direktur sekaligus Chief Investor Relations Officer BRMS, Herwin Wahyu Hidayat mengatakan, terdapat tiga agenda utama yang akan dijalankan perseroan dalam dua tahun ke depan.


“Di tahun 2026–2027 ada tiga hal utama yang akan kami lakukan untuk mendorong kinerja produksi emas,” ujar Herwin kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Produksi Emas Bumi Resources Minerals (BRMS) Naik di 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

Pertama, BRMS menargetkan penyelesaian konstruksi tambang bawah tanah di Blok 1 Poboya, Palu. Tambang bawah tanah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2027.

Herwin menjelaskan, kehadiran tambang ini akan menjadi kontributor penting terhadap peningkatan produksi emas, mengingat kadar emasnya relatif tinggi, mencapai 4,9 gram per ton (g/t).

“Produksi emas akan meningkat di semester dua 2027 karena kadar emas di tambang bawah tanah cukup tinggi,” jelasnya.

Kedua, BRMS akan merampungkan peningkatan kapasitas pemrosesan pabrik emas CIL pertama di Poboya dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari. Proyek ini ditargetkan selesai pada kuartal IV-2026.

Baca Juga: Bumi Resources Minerals (BRMS) Genjot Kapasitas Pabrik Emas Poboya hingga 6.000 Ton

Menurut Herwin, peningkatan kapasitas tersebut akan berdampak langsung terhadap volume produksi emas BRMS sepanjang 2026. Dengan kapasitas pengolahan yang lebih besar, perseroan memiliki ruang untuk meningkatkan output dari tambang yang telah beroperasi.

Ketiga, BRMS akan melakukan pemboran eksplorasi skala besar di tiga lokasi di Gorontalo, yakni Cabang Kiri East, Cabang Kiri North, dan Cabang Kiri South. Kegiatan eksplorasi ini ditujukan untuk memperkuat cadangan dan sumber daya mineral, khususnya tembaga.

“Hasil pemboran berupa cadangan dan sumber daya mineral tembaga dari Gorontalo diharapkan dapat kami umumkan pada semester pertama 2027,” kata Herwin.

Seiring dengan implementasi rencana kerja tersebut, BRMS menargetkan peningkatan produksi emas secara bertahap.

Baca Juga: Laba Bumi Resources Minerals (BRMS) Melesat 129% pada Kuartal III-2025

Sebagai catatan, pada 2024 realisasi produksi emas perseroan tercatat sebesar 64.000 ounce (oz). Sementara itu, produksi emas 2025 yang masih dalam tahap konsolidasi diperkirakan berada di kisaran 69.000–71.000 oz, atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk 2026, BRMS membidik produksi emas sekitar 80.000 oz. Target tersebut ditopang oleh peningkatan kapasitas pengolahan dan optimalisasi aset tambang yang telah beroperasi.

Selanjutnya: Glencore dan Rio Tinto Merger: Lahir Raksasa Tambang Rp 3.374 Triliun

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News