Genomic Sequencing Jadi Motor, CHEK Masuki Fase Ekspansi Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan di sepanjang 2025 berkat produk Genomic Sequencing yang mulai menyebar di pasar. 

Melansir laporan keuangan tahun buku 2025, CHEK meraup pendapatan sebesar Rp 201,31 miliar. Ini melonjak 30,05% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 152479 pada 2024. 

Rinciannya, segmen diagnostik klinis grup berkontribusi sebesar Rp 142,19 miliar. CHEK juga memperoleh pendapatan dari segmen life science grup sebesar Rp 59,11 miliar. 


Baca Juga: Produk Genomic Sequencing Tumbuh 136%, Diastika Biotekindo (CHEK) Bidik Ekspansi 2026

Secara operasional, CHEK berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp 23,15 miliar di sepanjang 2025. Dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 14,02 miliar pada 2025. 

Direktur Utama Diastika Biotekindo F.X. Yoshua mengatakan CHEK telah melewati fase validasi pasar dan kini memasuki fase pengembangan skala usaha, dengan visibilitas pertumbuhan yang semakin jelas dan terukur.

 
CHEK Chart by TradingView

Dia bilang CHEK telah membangun bisnis defensif melalui diversifikasi pelanggan yang strategis, menciptakan aliran pendapatan yang stabil dengan sektor pemerintah melejit hingga 56,05%, sementara sektor swasta tumbuh 16,17%. 

“Ini didominasi oleh kontrak jangka panjang dengan tingkat retensi yang stabil, memberikan visibilitas konsisten terhadap kinerja CHEK,” jelas Yoshua dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026). 

Baca Juga: Pemulihan Indofarma (INAF) Bergantung Suntikan Modal Kerja, Ini Rekomendasi Analis

Lini Genomic Sequencing, CHEK menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat sebesar 136,23%. Yoshua bilang ini menjadi pilar utama yang mengubah profil Perseroan menjadi perusahaan berbasis teknologi tinggi. 

Ke depan, kata Yoshua, CHEK mengembangkan layanan Genomic Sequencing dalam meningkatkan kualitas solusi kesehatan yang berbasis data dan teknologi tinggi, sekaligus mendukung pengembangan Precision Medicine secara berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News