Geo Energy Akuisisi 58,65% Saham Golden Eagle Energy (SMMT), Siapkan Tender Offer



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Geo Energy Resources Limited menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) dengan Rajawali Group, untuk mengakuisisi 58,65% saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) dan dan 33,00% saham PT Marga Bara Jaya.

Golden Eagle Energy adalah grup pertambangan batubara Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pasca akuisisi, kepemilikan ekuitas Geo Energy di Golden Eagle Energy dapat meningkat menjadi 75% saham dan harus melakukan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) untuk pemegang saham publik.


Geo Energy juga memiliki opsi untuk membeli 25,70% saham tambahan di Marga Bara Jaya.

"Nilai total transaksi ini, termasuk mandatoty tender offer, diperkirakan sekitar US$ 200 juta," demikian manajemen Geo Energy dalam keterangan tertulis yang dikutip dari websitenya, Rabu (26/7).

Baca Juga: ​Golden Eagle Energy (SMMT) Bidik Kenaikan Penjualan Batubara pada Tahun Ini

Golden Eagle Energy (SMMT) yang akan diakuisisi Ge Energy merupakan perusahaan yang memproduksi dan memperdagangkan batubara berkualitas tinggi dengan kandungan sulfur dan abu rendah yang menguntungkan melalui anak perusahaannya, PT Triaryani.

Cadangan batubara dengan kandungan sulfur dan abu yang rendah menarik permintaan yang kuat dari pasar domestik dan internasional, khususnya Asia, dan memberikan harga premium di atas harga pasar.

Sementara, Marga Bara Jaya bergerak dalam bidang usaha pengembangan dan pengoperasian infrastruktur terpadu (hauling road dan jetty) untuk penanganan logistik dan pengangkutan batubara ke pasar domestik dan ekspor.

Infrastruktur terintegrasi yang siap dibangun sepanjang 92 km menghubungkan lokasi-lokasi logistik utama yang menyediakan akses bagi konsesi pertambangan TRA dan tambang batubara tetangga lainnya di daerah sekitarnya (Sumatera Selatan) ke pasar internasional.

Jalan angkut kelas dunia dan terminal batu bara di Sungai Lalan memiliki target kapasitas hingga 50 juta ton per tahun, dengan cadangan 25 juta ton untuk batubara Triaryani per tahun.

Setelah menyelesaikan akuisisi ini, Geo Energy akan membuat pengajuan, pemberitahuan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan selanjutnya meluncurkan mandatory tender offer.

Harga tender offer saham SMMT ditetapkan sebesar Rp 1.2551 per saham. Keseluruhan proses MTO diperkirakan memakan waktu sekitar sepuluh hingga 12 minggu, tergantung persetujuan dari OJK.

Charles Antonny Melati, Executive Chairman & Chief Executive Officer Geo Energy mengatakan, akuisisi besar ini akan mengubah Geo Energy menjadi salah satu pemain batubara top di Indonesia dengan keberlanjutan jangka panjang selama lebih dari 20 tahun usia tambang.

"Selain itu, infrastruktur baru ini akan mengintegrasikan produksi batubara secara vertikal dengan kekuatan rantai pasokan dan membuka efisiensi operasional yang lebih tinggi untuk Geo Energy," ujar dia.

Baca Juga: ​Target Penjualan Batubara Golden Eagle Energy (SMMT) Naik 20% pada 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat