KONTAN.CO.ID - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, menegaskan bahwa Rusia terus mendukung posisi China terkait Taiwan. Hal itu disampaikan Shoigu kepada Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Rusia, TASS, pada Minggu (1/2). Reuters melaporkan, dalam beberapa tahun terakhir, China dan Rusia semakin mempererat hubungan dan bahkan mendeklarasikan kemitraan strategis “tanpa batas” beberapa hari sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim puluhan ribu pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. China memandang Taiwan, yang diperintah secara demokratis, sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan kembali di bawah kendalinya. China menawarkan model “satu negara, dua sistem” seperti di Hong Kong, meski tidak ada partai politik besar di Taiwan yang mendukung skema tersebut.
Geopolitik Global: Aliansi Putin-Xi Mengguncang Status Taiwan
KONTAN.CO.ID - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, menegaskan bahwa Rusia terus mendukung posisi China terkait Taiwan. Hal itu disampaikan Shoigu kepada Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Rusia, TASS, pada Minggu (1/2). Reuters melaporkan, dalam beberapa tahun terakhir, China dan Rusia semakin mempererat hubungan dan bahkan mendeklarasikan kemitraan strategis “tanpa batas” beberapa hari sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim puluhan ribu pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. China memandang Taiwan, yang diperintah secara demokratis, sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan kembali di bawah kendalinya. China menawarkan model “satu negara, dua sistem” seperti di Hong Kong, meski tidak ada partai politik besar di Taiwan yang mendukung skema tersebut.
TAG: