KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, tekanan inflasi, disrupsi energi, dan gangguan rantai pasok mendorong dunia usaha memperkuat strategi mitigasi risiko. Kondisi tersebut menciptakan tantangan yang semakin kompleks bagi berbagai sektor industri, termasuk perasuransian. Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Indonesia Re, Beatrix Santi Anugrah mengatakan, industri saat ini tidak hanya membutuhkan ketahanan finansial, tetapi juga kemampuan adaptasi yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan lanskap risiko. “Inflasi berdampak pada peningkatan biaya klaim dan operasional, disrupsi energi memengaruhi keberlangsungan aktivitas bisnis. Sementara gangguan supply chain menghambat distribusi dan menurunkan kualitas layanan. "Maka, endekatan pengelolaan risiko konvensional sudah tidak lagi memadai,” ujar Beatrix dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Geopolitik hingga Inflasi Perumit Risiko Bisnis, Industri Harus Bisa Lebih Adaptif.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, tekanan inflasi, disrupsi energi, dan gangguan rantai pasok mendorong dunia usaha memperkuat strategi mitigasi risiko. Kondisi tersebut menciptakan tantangan yang semakin kompleks bagi berbagai sektor industri, termasuk perasuransian. Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Indonesia Re, Beatrix Santi Anugrah mengatakan, industri saat ini tidak hanya membutuhkan ketahanan finansial, tetapi juga kemampuan adaptasi yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan lanskap risiko. “Inflasi berdampak pada peningkatan biaya klaim dan operasional, disrupsi energi memengaruhi keberlangsungan aktivitas bisnis. Sementara gangguan supply chain menghambat distribusi dan menurunkan kualitas layanan. "Maka, endekatan pengelolaan risiko konvensional sudah tidak lagi memadai,” ujar Beatrix dalam keterangannya, Rabu (3/6).