KONTAN.CO.ID - Konflik geopolitik yang terjadi di Venezuela berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik dan transportasi di dalam negeri. Risiko tersebut muncul seiring dengan kenaikan harga minyak dunia dalam jangka pendek akibat eskalasi tensi global. Dampak kenaikan harga minyak dinilai akan lebih terasa pada harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, mengingat Indonesia masih berstatus sebagai negara net importir minyak. Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, mengatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela sempat memicu kenaikan harga minyak dunia sekitar US$ 2 per barel dibandingkan posisi sebelum peristiwa tersebut. Meski demikian, lonjakan harga itu dinilai bersifat sementara.
Geopolitik Memanas, BBM Nonsubsidi RI Terancam Ikut Naik
KONTAN.CO.ID - Konflik geopolitik yang terjadi di Venezuela berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik dan transportasi di dalam negeri. Risiko tersebut muncul seiring dengan kenaikan harga minyak dunia dalam jangka pendek akibat eskalasi tensi global. Dampak kenaikan harga minyak dinilai akan lebih terasa pada harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, mengingat Indonesia masih berstatus sebagai negara net importir minyak. Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, mengatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela sempat memicu kenaikan harga minyak dunia sekitar US$ 2 per barel dibandingkan posisi sebelum peristiwa tersebut. Meski demikian, lonjakan harga itu dinilai bersifat sementara.