KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan posisinya pada awal perdagangan Asia, Selasa (13/10/2026), di tengah meningkatnya risiko geopolitik akibat serangan baru terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan Ukraina. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, berada di level 102,56 dalam perdagangan Asia yang cenderung tenang, setelah ditutup naik 0,3% pada Senin (12/10/2026). Mata uang ini bergerak di kisaran level tertinggi sejak April 2025. "Kombinasi antara suku bunga relatif yang lebih tinggi, pertumbuhan AS yang lebih kuat, dan meningkatnya permintaan akan eksposur USD yang bersifat defensif terus memberikan dorongan kuat bagi mata uang AS tersebut," ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group Ltd di Melbourne.
Geopolitik Memanas, Dolar AS Bertahan Mendekati Level Tertinggi dalam 18 Bulan
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan posisinya pada awal perdagangan Asia, Selasa (13/10/2026), di tengah meningkatnya risiko geopolitik akibat serangan baru terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan Ukraina. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, berada di level 102,56 dalam perdagangan Asia yang cenderung tenang, setelah ditutup naik 0,3% pada Senin (12/10/2026). Mata uang ini bergerak di kisaran level tertinggi sejak April 2025. "Kombinasi antara suku bunga relatif yang lebih tinggi, pertumbuhan AS yang lebih kuat, dan meningkatnya permintaan akan eksposur USD yang bersifat defensif terus memberikan dorongan kuat bagi mata uang AS tersebut," ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group Ltd di Melbourne.