Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus US$ 102,50



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik global yang kian menguat berisiko memicu lonjakan harga minyak mentah dunia ke level yang lebih tinggi.

Mengutip data Trading Economics, harga minyak mentah jenis Crude Oil (WTI) terkoreksi 2,08% atau turun 2,09 poin ke level US$ 98,210 per barel, sedangkan jenis Brent melandai 2,16% atau berkurang 2,244 poin ke level US$ 101,626 per barel.

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan harga minyak mentah diproyeksikan tetap berada pada level tinggi seiring maraknya risiko konflik militer di berbagai wilayah strategis.


Di Timur Tengah, eskalasi ketegangan tidak lagi terbatas pada Selat Hormuz, melainkan telah meluas hingga ke Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb akibat peningkatan aktivitas militer kelompok Houthi Yaman.

Ibrahim menyoroti ancaman penutupan total Selat Hormuz oleh Iran akibat belum tercapainya kesepakatan diplomasi dengan Amerika Serikat (AS), di samping aksi pemblokiran kargo energi oleh armada AS di Laut Oman.

Baca Juga: Ada Risiko Gangguan Produksi, Harga Minyak Dunia Diprediksi Masih Volatil

Konflik di Eropa Timur turut memperkeruh situasi pasar energi global menyusul serangan terhadap infrastruktur vital di Kyiv yang memicu pengetatan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

“Artinya, harga minyak mentah masih cukup tinggi. Bisa saja melompat di harga 102,50,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Selain mengganggu ketahanan pasokan energi dunia, memanasnya tensi geopolitik ini berdampak langsung pada kenaikan harga bahan bakar gasoline di AS hingga menyentuh US$ 6,5 per galon.

Tekanan dari sektor energi ini memperkuat indeks Dolar AS sekaligus memicu gejolak pada mata uang negara berkembang, termasuk pelemahan Rupiah yang tembus ke level Rp 17.807 per dolar AS.

Melihat tekanan inflasi dan gejolak mata uang yang bersumber dari pasar komoditas global, Ibrahim memperkirakan adanya penyesuaian respons kebijakan moneter domestik.

Baca Juga: China Kembali Borong Minyak, Harga Minyak Dunia Berpeluang Terus Naik

“Sebelumnya, (eks Gubernur BI) Perry Warjiyo sudah menaikkan 100 basis poin. Tetapi saya melihat dalam kondisi saat ini, Bank Sentral Amerika sudah menaikkan suku bunga 25 basis poin. Ada kemungkinan besar Bank Indonesia dalam pertemuan minggu ini, hari Rabu, akan menaikkan suku bunga 25 basis poin,” tutur Ibrahim.

Ibrahim memproyeksikan rentang perdagangan minyak mentah dunia bergerak di kisaran US$ 90,30 hingga US$ 102,50 per barel.

Dalam peta acuan perdagangan komoditas harian, harga minyak Brent tercatat bergerak di atas US$ 101 per barel, sementara WTI berada di kisaran US$ 96 hingga US$ 97 per barel.

Namun, apabila eskalasi konflik militer dan hambatan pada jalur pelayaran energi terus berlanjut, harga minyak dunia diproyeksikan mampu melampaui batas atas US$ 102,50 per barel.

Baca Juga: Risiko Distribusi Meningkat, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus Segini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News