KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Geoprima Solusi Tbk (
GPSO) telah menuntaskan aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) senilai Rp 28,46 miliar sambil memperluas ruang lingkup kegiatan usahanya. Dana tersebut diperoleh dari penerbitan 66,67 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 427 per saham. Seluruh saham hasil private placement diserap PT PIMSF Pulogadung sebagai pemegang saham pengendali baru.
Masuknya PT PIMSF Pulogadung yang merupakan bagian dari Tjokro Group turut diikuti perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), yang akan mendukung arah bisnis baru GPSO. Direktur Utama Geoprima Solusi Dionysius Tjokro mengatakan perubahan KBLI dilakukan agar kegiatan usaha GPSO semakin selaras dengan ekosistem bisnis Tjokro Group.
Baca Juga: Aktivitas Manufaktur Diprediksi Tetap Berada di Bawah Tekanan, Ini Alasannya "Melalui perubahan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026). GPSO menambahkan tiga bidang usaha baru, yakni aktivitas konsultasi manajemen, perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan beserta perlengkapannya, serta aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian. "Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group," kata Dionysius. Meski memperluas lini usaha, GPSO tetap mempertahankan bisnis utama di bidang perdagangan mesin, peralatan, perlengkapan, serta jasa survei dan pemetaan yang selama ini menjadi fokus perusahaan.
Salah satu pengembangan yang disiapkan berasal dari penambahan KBLI sektor real estat. Manajemen menyebut ruang usaha tersebut akan mendukung rencana pembelian aset PT JIC dengan estimasi nilai sekitar Rp 78 miliar. "Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi Perseroan," kata Dionysius. Dionysius bilang kuartal III-2026 masih akan diwarnai proses penyesuaian operasional. Setelah perubahan KBLI dan tambahan modal terealisasi, GPSO menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba mulai terlihat secara bertahap. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News