Gerindra Buka Suara Usai Penyadapan Telepon Presiden: Suatu Insubordinasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono merespon kasus dugaan penyadapan terhadap sambungan telepon Presiden. Menurutnya, insiden tersebut merupakan peristiwa yang luar biasa dan sangat disayangkan.

"Menurut saya, sesuatu yang luar biasa, sangat disayangkan, kemudian juga kami di Gerindra berpandangan apa sih motifnya, apa sih dasarnya, kan seperti itu. Penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan, kepada Presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Belanja APBN Rp 990 Triliun Belum Terealisasi, Menkeu Suahasil Minta K/L Tak Boros


Sugiono menyebut insiden ini tidak sekadar pelanggaran administratif biasa melainkan indikasi serius. Menurutnya, hal tersebut masuk dalam unsur pembangkangan (insubordinasi).

"Kalau saya berpendapat ini merupakan satu bentuk insubordinasi, kemudian bisa jadi juga ditemukan motif-motif yang mengarah ke makar kepada Presiden," terangnya.

Lebih lanjut, menanggapi anggapan bahwa sistem pengamanan Istana telah kebobolan, Sugiono memastikan langkah evaluasi menyeluruh akan segera ditempuh. 

"Itu juga yang sedang kita dalami. Dan itu tadi, kalau disebut kebobolan, ya ini dari dalam sendiri, kan? Gitu, kan? Dari dalam pemerintahan sendiri, makanya itu yang saya bilang, ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubordinasi yang mengarah," pungkasnya.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Kuartal III-2026 Diproyeksi Tumbuh 5,2%, Ini Tantangannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News