JAKARTA. Putusan pemerintah untuk tidak melakukan reshuffle menteri dalam waktu dekat ini membuat sejumlah politisi di pihak oposisi harus menelan harapannya untuk bisa mendapatkan jabatan dalam kabinet. Tapi Martin Hutabarat Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Gerindra merasa tidak ada masalah jika Gerindra tidak bisa merapat dalam koalisi. "Kan kita enggak pernah membuka-buka pintu dan enggak pernah gedor-gedor untuk berharap kami masuk koalisi," ucap Martin di Gedung DPR Nusantara II, Kamis (10/3). Baginya jika ada tawaran dari Demokrat, maka Gerindra memang mengakui akan ikut. Dengan maksud supaya Gerindra bisa menciptakan stabilitas dalam pemerintahan. "Karena kita perlu menciptakan stabilitas pemerintahan. Lalu kita menyatakan bahwa program kita ini ekonomi kerakyatan. Antara lain, menolak impor pangan, di mana impor pangan kita mencapai Rp 150 miliar per hari. Itu sama saja kita menyejahterakan petani di negara lain, kok bukan petani kita. Lalu oleh di sana (Demokrat) mengatakan kalau kami akan pertimbangkan. Baru sebatas itu," imbuhnya. Mengenai tiga nama yang sempat dijagokan Desmond Junaidi Mahesa politisi Gerindra untuk menjadi menteri, Martin menegaskan mereka itu bukan calon dari Gerindra. "Itu kan Desmond saja bukan dari Gerindra. Saya sudah marahin Suding, karena dia yang kipas-kipasin Desmond. Suding ini rese," tambahnya sambil tertawa. Martin pun mengaku komunikasi dengan Partai Demokrat masih tetap berlangsung baik. "Kita tetap berkawan. Apalagi SBY dan Prabowo sama-sama masuk di Akabri," tegasnya. Pada prinsipnya, anggota Komisi III itu pun mengaku Gerindra tidak akan mengalami masalah jika tak bergabung dalam koalisi. "Kita mau kemarin, sekarang atau nanti kita tidak pernah kecewa," tutupnya. Sekadar informasi, sebelumnya Desmond Junaidi Mahesa, membeberkan beberapa nama kader yang akan dicanangkan menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II antara lain Wirdjono Harjanto (Menteri BUMN), Rahmat Pambudi (Menteri Pertanian), dan Fadli Zon (Menteri Komunikasi dan Kebijakan Ekonomi).Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Gerindra: Tak masalah tidak masuk koalisi
JAKARTA. Putusan pemerintah untuk tidak melakukan reshuffle menteri dalam waktu dekat ini membuat sejumlah politisi di pihak oposisi harus menelan harapannya untuk bisa mendapatkan jabatan dalam kabinet. Tapi Martin Hutabarat Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Gerindra merasa tidak ada masalah jika Gerindra tidak bisa merapat dalam koalisi. "Kan kita enggak pernah membuka-buka pintu dan enggak pernah gedor-gedor untuk berharap kami masuk koalisi," ucap Martin di Gedung DPR Nusantara II, Kamis (10/3). Baginya jika ada tawaran dari Demokrat, maka Gerindra memang mengakui akan ikut. Dengan maksud supaya Gerindra bisa menciptakan stabilitas dalam pemerintahan. "Karena kita perlu menciptakan stabilitas pemerintahan. Lalu kita menyatakan bahwa program kita ini ekonomi kerakyatan. Antara lain, menolak impor pangan, di mana impor pangan kita mencapai Rp 150 miliar per hari. Itu sama saja kita menyejahterakan petani di negara lain, kok bukan petani kita. Lalu oleh di sana (Demokrat) mengatakan kalau kami akan pertimbangkan. Baru sebatas itu," imbuhnya. Mengenai tiga nama yang sempat dijagokan Desmond Junaidi Mahesa politisi Gerindra untuk menjadi menteri, Martin menegaskan mereka itu bukan calon dari Gerindra. "Itu kan Desmond saja bukan dari Gerindra. Saya sudah marahin Suding, karena dia yang kipas-kipasin Desmond. Suding ini rese," tambahnya sambil tertawa. Martin pun mengaku komunikasi dengan Partai Demokrat masih tetap berlangsung baik. "Kita tetap berkawan. Apalagi SBY dan Prabowo sama-sama masuk di Akabri," tegasnya. Pada prinsipnya, anggota Komisi III itu pun mengaku Gerindra tidak akan mengalami masalah jika tak bergabung dalam koalisi. "Kita mau kemarin, sekarang atau nanti kita tidak pernah kecewa," tutupnya. Sekadar informasi, sebelumnya Desmond Junaidi Mahesa, membeberkan beberapa nama kader yang akan dicanangkan menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II antara lain Wirdjono Harjanto (Menteri BUMN), Rahmat Pambudi (Menteri Pertanian), dan Fadli Zon (Menteri Komunikasi dan Kebijakan Ekonomi).Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News