KONTAN.CO.ID - Masa depan Gianni Infantino di kursi tertinggi FIFA semakin kabur setelah gelombang kritik terhadap kepemimpinannya terus bermunculan. Belakangan, mulai muncul sejumlah nama pejabat dunia sepak bola yang diprediksi layak menggantikan peran Infantino sebagai Presiden FIFA. Infantino belum menunjukkan tanda-tanda akan mengundurkan diri. Namun, menurut laporan
The Telegraph, UEFA telah menyampaikan bahwa mereka siap mendorong mosi tidak percaya apabila Infantino tidak memilih mundur secara sukarela.
Tekanan serupa juga datang dari sejumlah konfederasi lain yang mempertanyakan tata kelola FIFA terkait proposal
FIFA Forward Enterprise (FFE). Merangkum berbagai laporan terbaru, berikut lima tokoh yang paling banyak diperbincangkan sebagai calon Presiden FIFA.
Baca Juga: Daftar Konfederasi yang Menolak Rencana FIFA Jual Hak Piala Dunia 1. Nasser Al-Khelaifi
Nama Nasser Al-Khelaifi masuk dalam bursa calon Presiden FIFA meski belum pernah menduduki jabatan resmi di organisasi tersebut. Presiden Paris Saint-Germain (PSG) sekaligus
Chairman Qatar Sports Investments itu dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di sepak bola modern. Menurut
ESPN, Al-Khelaifi pernah masuk dalam daftar tokoh paling berpengaruh di dunia sepak bola dan pengaruhnya terus meningkat seiring prestasi PSG dalam beberapa tahun terakhir. Statusnya sebagai tokoh asal Asia yang memiliki hubungan kuat dengan sepak bola Eropa membuat Al-Khelaifi dinilai mampu menjembatani berbagai kepentingan di FIFA. Meski demikian, juru bicaranya telah menyatakan pada 29 Juli bahwa Al-Khelaifi tidak berminat mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.
Baca Juga: Deretan Kontroversi Gianni Infantino Selama 10 Tahun Memimpin FIFA 2. Aleksander Ceferin
Nama berikutnya adalah Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Ceferin dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap berbagai kebijakan FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Ia berulang kali menentang sejumlah keputusan, termasuk perluasan format Piala Dunia. Meski memiliki pengalaman memimpin UEFA sejak 2016, peluang Ceferin dinilai tidak semudah kandidat lain. Dominasi Eropa dalam sepak bola dunia justru dapat menjadi hambatan baginya untuk memperoleh dukungan mayoritas dari konfederasi lain dalam pemungutan suara FIFA.
3. Mattias Grafstrom
Selanjutnya ada Mattias Grafstrom, Sekretaris Jenderal FIFA saat ini. Menurut laporan
Talksport, Grafstrom dipandang sebagai sosok yang tidak ikut terseret kontroversi yang sedang membayangi kepemimpinan Infantino. Grafstrom menjabat Sekretaris Jenderal FIFA sejak Desember 2023 setelah sebelumnya menjadi Kepala Staf Infantino dan kemudian Wakil Sekretaris Jenderal FIFA. Laporan yang sama juga menyebut Grafstrom berpotensi menjadi pemimpin sementara apabila Infantino mundur sebelum pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
Baca Juga: PSSI Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia, Ini Kata Erick Thohir 4. Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa
Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, juga masuk dalam daftar kandidat potensial. Pada pemilihan 2016, Sheikh Salman pernah menjadi pesaing langsung Infantino, meski akhirnya kalah dengan perolehan suara 88 berbanding 115. Pengalaman memimpin AFC sejak 2013 serta posisinya sebagai Wakil Presiden Senior FIFA membuat Sheikh Salman dinilai memiliki modal kuat apabila memutuskan kembali maju dalam pemilihan berikutnya.
5. Victor Montagliani
Nama Victor Montagliani menjadi kandidat yang paling difavoritkan untuk menantang Gianni Infantino. Montagliani memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola. Ia pernah memimpin British Columbia Soccer Association sebelum menjadi Presiden
Canadian Soccer Association pada 2012. Sejak 2016, pria berusia 60 tahun tersebut menjabat sebagai Presiden CONCACAF. Menurut laporan
Reuters pada 31 Juli, Montagliani mulai melakukan langkah-langkah politik untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA. Keunggulan Montagliani dinilai terletak pada posisinya sebagai figur non-Eropa yang memiliki jaringan luas di sepak bola internasional. Faktor tersebut membuatnya dianggap mampu meraih dukungan dari berbagai konfederasi.
Baca Juga: Proposal Kontroversial FIFA Berpotensi Dongkrak Gaji Infantino hingga Rp1,16 T Kapan Pemilihan Presiden FIFA Digelar?
Berdasarkan jadwal yang berlaku saat ini, pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2027. Gianni Infantino sebelumnya berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan penuh keempat sekaligus yang terakhir sesuai ketentuan statuta FIFA. Namun, meningkatnya tekanan dari berbagai pihak membuat dinamika menuju pemilihan diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: FIFA Tawarkan Rp723 Miliar untuk Federasi Pendukung Rencana Infantino