Giat penetrasi pasar, Mayora Indah (MYOR) terus menambah produk baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen makanan dan minuman, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melihat pandemi Covid-19 tak menjadi halangan bagi inovasi bisnisnya. Perusahaan tetap rajin menambah portofolio produk yang baru di tahun ini.

Ricky Afrianto, Head of Global Marketing MYOR mengatakan bahwa perusahaan dari periode April hingga Agustus ini saja sudah meluncurkan 10 produk baru. Produk tersebut beragam jenis misalnya untuk minuman Mayora mengeluarkan Le Minerale varian Galon, di minuman kopi ada Tora Coffe dan jajaran biskuit ada Roma Malkist Keju Tabur.

Untuk produk minuman varian galon, Mayora mengklaim mampu bertengger di posisi kedua pasar domestik saat ini. Ricky mengatakan perusahaan menilai pasar domestik makanan dan minuman cukup cepat pulih di saat pandemi ini.


"Mulai Juli-Agustus pasar domestik kami rasakan tumbuh positif dengan baik, recovernya lebih duluan dibandingkan ekspor," sebut Ricky dalam webinar Markplus, Jumat (25/9). Kontribusi penjualan domestik masih mendominasi penjualan Mayora di semester pertama tahun ini sebanyak 68% dari total revenue saat itu atau senilai Rp 6,88 triliun.

Baca Juga: MYOR pede segmen produk konsumen bakal tetap laris di kuartal III

Perolehan nilai penjualannya pun hanya turun 0,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 6,92 triliun. Untuk semakin memperkuat penjualan di pasar domestik, perseroan memaksimalkan online store miliknya mayoraofficialstore.com dengan layanan home delivery untuk produk Mayora.

Sebelumnya dalam pemberitaan Kontan.co.id, manajemen MYOR memang menargetkan penjualan pada semester kedua tahun 2020 dapat bertumbuh, hanya saja belum diterangkan detilnya lebih lanjut. Pertumbuhan berasal dari kenaikan penjualan domestik dan ekspor.

Pertumbuhan penjualan di dalam dan luar negeri akan berlaku untuk semua segmen penjualan. Manajemen menilai prospek penjualan dari minuman olahan dalam kemasan misalnya masih bisa bertumbuh terlihat dari penjualan pada semester pertama tahun ini yang cukup stabil.

Sekadar informasi, MYOR melaporkan realisasi penjualan bersih Rp 11,08 triliun per 30 Juni 2020. Pencapaian itu turun 8,10% dari Rp 12,05 triliun periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi penjualan terbesar perseroan berasal dari domestik senilai Rp 6,88 triliun disusul ekspor Rp 4,20 triliun. Jumlah yang dibukukan mengalami penurunan secara tahunan baik di dalam maupun ke luar negeri. Total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 938,47 miliar pada semester satu 2020. Pencapaian itu naik 16,2% dari Rp 807,48 miliar per 30 Juni 2019.

Selanjutnya: Mayora Indah (MYOR) yakin penjualan produk konsumer bakal terus tumbuh di kuartal III

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .