NEW YORK. Kasus surat berharga auction rate securities (ARS) menyeret semakin banyak institusi. Regulator keuangan Amerika Serikat akan memeriksa sekitar 40 broker yang terlibat penjualan ARS. Dengan mengutip seorang sumber anonim, hari ini, Bloomberg menulis, Financial Industry Regulator Authority (Finra) yang mengawasi 5.100 perusahaan sekuritas AS, telah mengirim surat kepada para broker bulan ini. Mereka meminta data penjualan para broker itu.Sebagai penyegar ingatan, sejatinya ARS merupakan salah satu jenis surat berharga, seperti obligasi korporasi atau obligasi daerah jangka panjang. Tapi, bunga ARS berubah-ubah sesuai hasil lelang. Pasar ARS di AS yang bernilai US$ 330 miliar mulai anjlok bulan Februari 2008. Pemicunya, akibat terpukul krisis kredit, bank-bank yang berperan sebagai penjual dan bandar (market maker) ARS menarik diri dari transaksi dan lelang. Alhasil, pasar ARS pun tiba-tiba menjadi tak likuid.Sebelum Firna, Jaksa Umum New York Andrew Cuomo juga telah memeriksa beberapa bank. Hasilnya, beberapa bank-bank besar bersedia membeli kembali ARS senilai US$ 35 miliar yang mereka jual ke nasabah.
Giliran Broker Tersandung Kasus ARS
NEW YORK. Kasus surat berharga auction rate securities (ARS) menyeret semakin banyak institusi. Regulator keuangan Amerika Serikat akan memeriksa sekitar 40 broker yang terlibat penjualan ARS. Dengan mengutip seorang sumber anonim, hari ini, Bloomberg menulis, Financial Industry Regulator Authority (Finra) yang mengawasi 5.100 perusahaan sekuritas AS, telah mengirim surat kepada para broker bulan ini. Mereka meminta data penjualan para broker itu.Sebagai penyegar ingatan, sejatinya ARS merupakan salah satu jenis surat berharga, seperti obligasi korporasi atau obligasi daerah jangka panjang. Tapi, bunga ARS berubah-ubah sesuai hasil lelang. Pasar ARS di AS yang bernilai US$ 330 miliar mulai anjlok bulan Februari 2008. Pemicunya, akibat terpukul krisis kredit, bank-bank yang berperan sebagai penjual dan bandar (market maker) ARS menarik diri dari transaksi dan lelang. Alhasil, pasar ARS pun tiba-tiba menjadi tak likuid.Sebelum Firna, Jaksa Umum New York Andrew Cuomo juga telah memeriksa beberapa bank. Hasilnya, beberapa bank-bank besar bersedia membeli kembali ARS senilai US$ 35 miliar yang mereka jual ke nasabah.