KONTAN.CO.ID - CIKARANG. Perusahaan perisa dan wewangian (flavors & fragrances) Givaudan meresmikan fasilitas produksi terbarunya di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026). Perusahaan asal Swiss ini menginvestasikan sekitar CHF 50 juta atau setara Rp 1,1 triliun untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar di Indonesia.
Baca Juga: Strategi Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Material Konstruksi CEO Givaudan, Christian Stamkoetter mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, terutama untuk industri makanan dan minuman. Karena itu, pembangunan fasilitas baru ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat kehadirannya di pasar yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi. "Investasi strategis ini sejalan dengan strategi kami memperkuat kehadiran di pasar-pasar strategis dengan pertumbuhan tinggi, seperti Indonesia," ujar Christian saat peresmian pabrik di Cikarang.
Baca Juga: HK Realtindo Sulap Aset Tidur di Kemayoran Jadi EV Charging Hub Melalui investasi tersebut, Givaudan berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, menangkap peluang pertumbuhan baru, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Fasilitas baru ini akan memproduksi berbagai bahan perisa untuk industri makanan dan minuman, mulai dari bubuk perisa gurih, manis, hingga camilan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di pasar domestik maupun ekspor. Dari sisi ketenagakerjaan, pabrik tersebut diperkirakan menyerap sekitar 60 tenaga kerja pada tahap awal. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 100–200 pekerja pada tahap kedua, hingga mencapai sekitar 400 tenaga kerja ketika fasilitas beroperasi penuh. Selain meningkatkan kapasitas produksi, Givaudan juga mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam operasional pabrik.
Baca Juga: Memasuki Semester II 2026, Industri Baja Mengincar Pemulihan Permintaan Beberapa inisiatif yang diterapkan meliputi penggunaan panel surya, sistem pemanenan air hujan, pemanfaatan listrik hijau, serta teknologi pencahayaan dan pengelolaan air yang lebih hemat energi. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menilai, investasi Givaudan mencerminkan masih tingginya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia, meski ketidakpastian global masih berlangsung. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan berupa ketersediaan bahan baku yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor.
"Indonesia memiliki banyak bahan baku yang bisa diolah. Givaudan mengolah bahan baku tersebut menjadi ingredients untuk parfum maupun makanan. Selain memenuhi kebutuhan nasional, produknya juga diekspor. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja di Indonesia," kata Afriansyah.
Baca Juga: Isu PHK Marak, Wamenaker: Minat Investor Berekspansi di Indonesia Masih Besar Sebelum meresmikan fasilitas di Cikarang, Givaudan telah mengoperasikan pabrik di Cimanggis, Jawa Barat, yang memproduksi
liquid, powder blends, spray dry flavours, serta
fragrance liquid compounds. Hingga kini, perusahaan telah mempekerjakan sekitar 380 karyawan di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News