Glencore Terancam Rugi hingga US$800 Juta dari Radiant World



KONTAN.CO.ID - Eksposur Glencore terhadap perusahaan perdagangan bijih besi Radiant World disebut mencapai lebih dari US$500 juta.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap pasar komoditas dan sektor keuangan.

Baca Juga: Investor Ritel Menjual Saham SpaceX untuk Pertama Kalinya pada Jumat (7/8)


Mengutip Reuters, Senin (10/8/2026), dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan eksposur Glencore terhadap Radiant World berada di kisaran US$500 juta hingga US$800 juta.

Glencore disebut telah menghentikan bisnis baru dengan Radiant World. Langkah serupa juga dilakukan Vitol Group dan Cargill, dua perusahaan perdagangan komoditas besar lainnya.

Penghentian aktivitas perdagangan tersebut dilakukan setelah ditemukan adanya faktur atau dokumen lain yang diserahkan Radiant World kepada bank yang dinilai tidak valid, menurut laporan Bloomberg pada akhir Juli.

Radiant World merupakan salah satu perusahaan perdagangan bijih besi terbesar di dunia.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Spanyol Meluas, 244.000 Hektare Lahan Hangus Terbakar

Eksposur Glencore Terbesar

Pekan lalu, CEO Glencore Gary Nagle mengatakan perusahaan perdagangan komoditas yang berbasis di Swiss tersebut telah membentuk provisi terkait Radiant World.

Namun, ia menyebut eksposur Glencore terhadap perusahaan tersebut tidak material.

Glencore tidak mengungkapkan nilai provisi yang dibentuk.

Sementara itu, dua sumber Reuters mengatakan Glencore memiliki eksposur terbesar terhadap potensi masalah keuangan Radiant World, dengan nilai antara US$500 juta dan US$800 juta.

Glencore menolak memberikan komentar terkait informasi tersebut.

Besarnya nilai tersebut menjadi perhatian karena auditor Glencore menetapkan materialitas untuk laporan keuangan 2025 sebesar US$500 juta, berdasarkan aset bersih perusahaan.

Artinya, kesalahan atau dampak keuangan di bawah angka tersebut dianggap terlalu kecil untuk memengaruhi gambaran laporan keuangan secara signifikan.

Baca Juga: Microsoft Siap Perkenalkan Chip Maia 300, Bidik Produksi 300.000 Unit

Bisa Menimbulkan Efek Domino

Radiant World didirikan oleh Pinkesh Nahar pada awal 2000-an. Berdasarkan informasi di situs perusahaan, Radiant memperdagangkan lebih dari 20 juta ton metrik bijih besi setiap tahun.

Namun, sumber industri menyebut volume perdagangan Radiant telah meningkat pesat dalam lima tahun terakhir dan kini mendekati 75 juta ton per tahun.

Baca Juga: Pendiri Amazon Jeff Bezos Incar 30% Saham Klub Liverpool, Nilainya US$5,9 Miliar

Dengan harga saat ini, nilai perdagangan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$7 miliar.

Salah satu sumber mengatakan besarnya volume perdagangan Radiant berpotensi menimbulkan efek berantai di pasar komoditas dan keuangan.

"Volume tersebut cukup besar untuk menciptakan efek riak di pasar komoditas dan keuangan," kata sumber tersebut.

Menurutnya, persoalan Radiant World berpotensi mengganggu sektor asuransi, perbankan dan pasar utang, sekaligus memberikan tekanan kepada perusahaan-perusahaan yang menjalankan bisnis secara legal.

Radiant World tidak memberikan komentar terkait informasi tersebut.

Sumber ketiga yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Glencore telah mengevaluasi potensi kerugian terkait Radiant World selama beberapa waktu.

Perusahaan juga disebut telah menyisihkan dana dan menghapus sebagian eksposurnya.

Baca Juga: Rencana Trump Akhiri Perang Gaza: Hamas Diminta Lucuti Senjata, Israel Harus Mundur

Menurut sumber tersebut, langkah itu mencerminkan kekhawatiran Glencore terhadap risiko komersial dan kredit yang terkait dengan Radiant World, bukan semata-mata sebagai respons terhadap tuduhan terbaru terhadap perusahaan perdagangan tersebut.

Di sisi lain, divisi pemasaran Glencore memperdagangkan lebih dari 95 juta ton bijih besi pada 2025, naik 28% dibandingkan 2024, berdasarkan hasil awal yang dipublikasikan di situs perusahaan.