KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki usia ke-70 tahun pada Agustus 2026, Gobel Group menyiapkan langkah transformasi bisnis untuk menjaga relevansi di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri nasional. Direktur Gobel Group Mohammad Arif Rachmat Gobel mengatakan, fondasi utama transformasi perusahaan tetap berpegang pada visi pendiri Gobel Group, almarhum Thayeb Mohammad Gobel, yakni berkontribusi bagi pembangunan Indonesia melalui industri. Menurut Arif, sejak berdiri pada 1956, Gobel Group tidak hanya tumbuh sebagai kelompok usaha nasional, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan industrialisasi Indonesia, mulai dari industri elektronika hingga sektor logistik, manufaktur, properti, dan layanan.
Baca Juga: Begini Target Lay's Sebagai Salah Satu Official Partner Ajang Piala Dunia 2026 "Kami akan terus kembali kepada niatan pendiri perusahaan, yaitu bagaimana berkontribusi untuk negara melalui industri," ujarnya dalam wawancara dengan Kontan, dikutip Jumat (12/6/2026). Saat ini Gobel Group menaungi lebih dari 18.000 karyawan dan memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor, mulai dari manufaktur elektronik melalui kemitraan dengan Panasonic, logistik, makanan dan hospitality, hingga infrastruktur dan properti. Menghadapi era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), Arif menilai tantangan terbesar bukan hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, perusahaan memprioritaskan penguatan kompetensi karyawan melalui berbagai pelatihan agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat. "Yang tidak kalah penting bukan hanya teknologinya, tetapi manusianya. Kami harus terus memberikan pelatihan agar mereka bisa memahami dan mengimplementasikan perubahan yang terjadi saat ini," katanya. Selain memperkuat SDM, Gobel Group juga menyiapkan ekspansi bisnis dalam beberapa tahun mendatang. Arif menyebut sejumlah anak usaha tengah menyiapkan pengembangan kapasitas produksi, perluasan usaha, hingga penjajakan kemitraan baru dengan perusahaan lokal maupun internasional. Menurut dia, strategi pertumbuhan Gobel Group akan bertumpu pada sinergi antarunit usaha yang telah dimiliki perusahaan selama ini.
Baca Juga: Sertifikasi RSPO Jadi Kunci Petani Sawit Swadaya Tembus Pasar Global "Kami memiliki bisnis logistik, manufaktur, jasa, hingga food. Yang sekarang kami optimalkan adalah bagaimana satu perusahaan bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan lainnya," ujarnya. Di tengah tantangan pelemahan daya beli masyarakat, Arif tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Ia menilai Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, terutama pada sektor logistik yang dinilai memiliki potensi pengembangan signifikan dibandingkan negara lain. Menurutnya, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuka peluang besar bagi pengembangan sistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi. Gobel Group juga mulai mencermati peluang bisnis baru yang sejalan dengan arah pembangunan nasional, termasuk sektor pusat data (data center) yang dinilai semakin penting di tengah pertumbuhan ekonomi digital. Meski demikian, perusahaan masih memprioritaskan optimalisasi bisnis yang telah dimiliki sebelum melakukan ekspansi ke sektor baru.
Baca Juga: Generative AI Ubah Lanskap Digital, Industri Website Fokus Bangun Kredibilitas Bagi Arif, perayaan 70 tahun Gobel Group bukan sekadar momentum refleksi perjalanan perusahaan, tetapi juga titik awal menuju target jangka panjang untuk memastikan perusahaan tetap relevan hingga satu abad mendatang. "Motivasi kami sekarang adalah bagaimana Gobel bisa mencapai usia 100 tahun dan seterusnya. Karena itu kami menyiapkan fondasi, SDM, dan generasi penerus agar cita-cita pendiri perusahaan bisa terus berlanjut," tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News