Golden Energy berhasrat pasok batubara PLN



JAKARTA. Entitas usaha Grup Sinarmas sedang kebanjiran pinjaman. Salah satu yang mendapatkan utang adalah PT Golden Energy Mines Tbk, perusahaan pertambangan dan perdagangan batubara.

Pada 25 Maret 2015 kemarin, Golden Energy meneken perjanjian kredit US$ 50 juta dengan Bank Mega. Pinjaman dengan jangka waktu pinjaman 10 tahun itu berbunga 10%. "Untuk refinancing investasi fixed asset, setelah kami menggunakan dana IPO dari masyarakat" ujar Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Sudin Sudiman kepada KONTAN, Selasa (31/3).

Duit utang tersebut tak menjadi sumber alokasi belanja modal tahun ini. Sebab untuk belanja modal 2015, Golden Energy berencana mencuil dana internal sebesar US$ 8 juta. Alokasi itu turun 11,11% ketimbang tahun 2014 yang sebesar US$ 9 juta.


Perusahaan berkode GEMS di Bursa Efek Indonesia tersebut akan memakai dana belanja modal untuk memelihara jalan tambang atau hauling road.

Disamping itu, Golden Energy sejatinya punya agenda menjajaki bisnis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara. Kata Sudin, saat ini pemerintah membuka peluang bagi perusahaan tambang membangun pembangkit listrik mulut tambang dengan hanya mengajukan proposal usulan. 

Namun, Golden Energy masih menunggu detail peraturan pemerintah. " Rencananya masih mentah, jadi kami belum buat proposalnya," kata Sudin.

Sembari menanti kejelasan regulasi, Golden Energy berupaya fokus mengerek kinerja tahun ini. Perusahaan itu mengejar target produksi 8,5 juta ton batubara. Target itu lebih besar 28,79% ketimbang realisasi produksi 2014 yang sebanyak 6,6 juta ton batubara.

Perincian targetnya adalah, 6 juta ton batubara diharapkan berasal dari konsesi PT Borneo Indobara. Ini adalah anak usaha Golden Energy yang memegang konsesi lahan perjanjian karya pengusaha batubara (PKP2B) generasi kedua seluas 24.100 hektare (ha) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.  

Sisa target 2,5 juta ton batubara diharapkan berasal dari konsesi PT Kuansing Inti Makmur. Anak usaha Golden Energy itu memegang konsesi lahan PKP2B seluas 2.610 ha di Kabupaten Bungo, Jambi.

Incar tender PLN

Sementara target volume penjualan tahun ini adalah 13 juta ton batubara. Sebanyak 8,5 juta ton berasal target produksi batubara tahun ini dan 4,5 juta ton batubara berasal dari pembelian batubara dari perusahaan lain.Jika target volume penjualan itu terpenuhi, ada pertumbuhan volume penjualan  44,44% ketimbang tahun lalu yang sebanyak 9 juta ton batubara.

Sasaran pasar Golden Energy adalan negara -negara wilayah ASEAN, China dan India. Kalau untuk pasar dalam negeri, perusahaan itu mengincar PT PLN (Persero). 

Golden Energy berencana mengikuti tender batubara PLN di kuartal II-2015. "Tahun lalu kami ikuti tender di PLN tapi spesifikasinya kurang memenuhi," aku Sudin.

Biasanya, kontrak pembelian PLN berlangsung setahun. Kalau Golden Energy lolos tender, perusahaan itu berencana memasok kebutuhan batubara PLN dari produksi Borneo Indobara.  

Tahun 2014, Golden Energy mencetak pendapatan Rp 5,19 triliun, atau naik 17,16% dari tahun lalu yang sebanyak Rp 4,43 triliun. Namun, laba tahun berjalan turun 41,43% menjadi Rp 133,82 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto