Golden Energy Mines (GEMS) Bidik Pertumbuhan Produksi Batubara 5% pada 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) membidik produksi batubara di sepanjang 2023 tumbuh 5% secara tahunan dibandingkan produksi di 2022.  Direktur Utama GEMS, Bonifasius menjelaskan, sejauh ini data final produksi 2022 masih tahap konsolidasi. 

“Tapi perkiraan produksi, sekitar 39 juta ton dari target 40 juta,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Minggu (8/1). 

Di tahun ini, Bonifasius melihat pertumbuhan batubara masih baik dengan pelonggaran monitoring Covid-19 di China. Dia melihat, seharusnya hal tersebut dapat memacu pertumbuhan industri menjadi lebih baik dan memberikan dampak atas kebutuhan energi dari batubara. 


“Pertumbuhan produksi di tahun ini diperkirakan di atas 5% dibandingkan 2022,” ujarnya. 

Baca Juga: Rambah Pasar Afrika Timur, Sido Muncul (SIDO) Bakal Bawa Tolak Angin ke Kenya

Menurut perhitungan Kontan.co.id, jika dibandingkan dengan data sementara yang dikemukakan Bonifasius, maka tambahan volume produksi yang dibidik GEMS di 2023 sebanyak 1,95 juta ton batubara sehingga produksi akan menjadi 40,95 juta ton. 

Melansir hasil paparan publik November 2022, Manajemen GEMS menjelaskan, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang sedang diajukan oleh PT Borneo Indobara (BIB), anak perusahaan GEMS sebagai penyumbang volume produksi terbesar dengan total produksi yang diajukan adalah 36 juta ton, dan BIB memiliki rencana untuk mengajukan revisi RKAB di tengah tahun 2023 untuk meningkatkan volume produksinya.

Adapun fokus agenda bisnis GEMS di sepanjang tahun ini ialah memacu pertumbuhan bisnis secara organik dan menjaga pertumbuhan yang sesuai dengan kaidah Environmental, Social and Governance (ESG). 

Melansir catatan Kontan.co.id sebelumnya, Bonifasius optimistis bahwa permintaan batubara dari pasar Asia masih akan positif meski ada bayang-bayang resesi ekonomi global.

Guna mendukung rencana kenaikan produksi, GEMS menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 25 juta untuk keperluan infrastruktur dan sarana pendukung produksi. Menurut rencana, anggaran tersebut bakal mengandalkan kas internal perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi