KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga keuangan global, Goldman Sachs, resmi menaikkan proyeksi rata-rata harga minyak mentah untuk kuartal II-2026. Revisi ini didorong oleh asumsi terganggunya arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz, yang berpotensi menekan persediaan minyak negara-negara OECD dan produksi minyak Timur Tengah. Dalam catatan riset terbarunya, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak Brent sebesar US$10 menjadi US$76 per barel untuk kuartal II-2026. Sementara itu, proyeksi harga minyak West Texas Intermediate (WTI) direvisi naik US$9 menjadi US$71 per barel pada periode yang sama.
Selat Hormuz Jadi Faktor Kunci
Goldman Sachs menilai bahwa rendahnya aliran minyak melalui Selat Hormuz akan menyebabkan penurunan signifikan pada stok minyak negara-negara anggota OECD serta produksi minyak di Timur Tengah pada Maret mendatang.Risiko Harga Minyak Masih Cenderung Naik
Goldman Sachs menegaskan bahwa proyeksi harga minyak saat ini masih sangat condong ke arah kenaikan (upside risk). Sejumlah risiko yang berpotensi mendorong harga lebih tinggi antara lain:- Gangguan ekspor melalui Selat Hormuz yang berlangsung lebih lama dari perkiraan.
- Potensi kerusakan fasilitas produksi minyak di kawasan Timur Tengah.
Pergerakan Harga Terkini
Harga minyak Brent tercatat berada di kisaran US$82,57 per barel pada pukul 04.08 GMT, setelah sebelumnya ditutup pada level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara itu, minyak mentah jenis WTI naik ke US$75,28 per barel, setelah mencatatkan penutupan tertinggi sejak Juni. Dalam dua sesi perdagangan terakhir, kedua acuan harga minyak tersebut telah melonjak sekitar 5% atau lebih. Baca Juga: Restart Reaktor Nuklir Jepang Dongkrak Penjualan Mitsubishi Heavy IndustriesRisiko Penurunan Harga
Meski demikian, Goldman Sachs juga melihat adanya potensi risiko penurunan harga (downside risk). Hal ini dapat terjadi apabila arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali normal lebih cepat dari perkiraan.- Kuartal IV-2026: Brent di US$66 per barel dan WTI di US$62 per barel.
- Tahun 2027: Brent di US$70 per barel dan WTI di US$66 per barel.