Goldman Sachs Tunda Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga The Fed ke September



KONTAN.CO.ID - Goldman Sachs menunda proyeksi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menyusul meningkatnya risiko inflasi akibat konflik di Timur Tengah.

Dalam laporan terbarunya dilansir dari Reuters, Goldman Sachs kini memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September dan kembali pada Desember.

Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Jatuh Lebih dari 1% Kamis (12/3), Harga Minyak Dekati US$100


Sebelumnya, lembaga keuangan tersebut memproyeksikan siklus pelonggaran moneter akan dimulai pada Juni, diikuti pemangkasan berikutnya pada September.

Pasar keuangan global saat ini berada di bawah tekanan setelah perang antara AS dan Iran memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak, meningkatnya inflasi, serta ketidakpastian prospek ekonomi.

“Pada September, kami memperkirakan akan terjadi pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja serta kemajuan dalam penurunan inflasi inti yang dapat mendukung alasan untuk pemangkasan suku bunga,” tulis Goldman Sachs dalam catatan risetnya pada Rabu (11/3/2026).

Namun demikian, Goldman menyebut peluang pemangkasan suku bunga lebih awal tetap terbuka apabila pasar tenaga kerja melemah lebih cepat dan signifikan dari perkiraan.

Laporan ketenagakerjaan Februari yang lemah juga memicu kekhawatiran terhadap perlambatan lebih lanjut di pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Iran Terancam Absen dari Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Skenario Pengganti

Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya risiko geopolitik dapat meningkatkan kemungkinan bank sentral menurunkan suku bunga lebih cepat dari proyeksi saat ini.

Meski begitu, Goldman menilai apabila pelemahan pasar tenaga kerja cukup signifikan untuk memicu pelonggaran kebijakan moneter lebih awal, kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dan dampaknya terhadap inflasi kemungkinan tidak akan menghalangi The Fed untuk memangkas suku bunga lebih cepat.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 41% bagi The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.

Sementara itu, The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Maret.