Goldman Sachs Ubah Proyeksi, Kini Prediksi Kenaikan Suku Bunga The Fed pada September



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs memperkirakan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan September, di tengah kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut.

Dalam sebuah catatan yang dirilis Jumat (11/9/2026) yang dilansir Reuters, perusahaan sekuritas tersebut mengubah pandangan sebelumnya yang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap. 

Perubahan ini didasarkan pada harga pasar yang mengindikasikan kemungkinan besar terjadinya kenaikan suku bunga serta kemungkinan keengganan para pembuat kebijakan untuk mengejutkan investor dengan keputusan menunda kenaikan (jeda).


Baca Juga: Amazon Tangguhkan Kerja Sama dengan 21 Air Pasca Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami

Goldman Sachs menyatakan bahwa perubahan sikap ini terutama didorong oleh harga pasar, bukan oleh perubahan signifikan dalam prospek ekonominya. Mereka menambahkan bahwa lonjakan harga minyak baru-baru ini dapat membuat sebagian pembuat kebijakan lebih cenderung mendukung pengetatan tambahan.

Revisi perkiraan ini muncul seiring dengan data harga produsen AS yang lebih kuat dari perkiraan dan lonjakan harga minyak di atas US$ 100 per barel yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. 

Hal ini mendorong investor dan sejumlah perusahaan sekuritas untuk meningkatkan spekulasi bahwa The Fed mungkin perlu memperketat kebijakan lebih lanjut.

Baca Juga: Selat Hormuz Makin Sepi, Lalu Lintas Kapal Turun ke Level Satu Digit

Pasar memperhitungkan peluang sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar seperempat poin bulan ini—naik dari sekitar 70% sebelum rilis data terbaru—dan juga memperkirakan adanya kenaikan lanjutan pada bulan Desember, menurut data dari FedWatch Tool milik CME.