KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Google Maps mengubah tampilan nama Lake Ontario (Danau Ontario) menjadi Lake America (Danau Amerika) bagi pengguna di Amerika Serikat (AS), menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk mengganti nama danau tersebut melalui perintah eksekutif. Perubahan nama itu dilakukan Google untuk menyesuaikan informasi di Google Maps dengan sumber resmi pemerintah AS, yakni U.S. Geographic Names Information System (GNIS). Namun, perubahan tersebut tidak berlaku secara global dan tidak memengaruhi penamaan yang digunakan pemerintah Kanada. Reuters melaporkan, perubahan tersebut diumumkan Google pada Sabtu, 29 Agustus 2026, setelah Trump mengumumkan keputusan mengganti nama Lake Ontario pada Kamis.
Lake Ontario merupakan danau terkecil dari lima Great Lakes yang berada di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada. Perubahan nama ini muncul di tengah hubungan perdagangan AS-Kanada yang kembali memanas dan ditandai dengan pemberlakuan tarif timbal balik terhadap barang bernilai miliaran dolar.
Google Maps Bedakan Nama Berdasarkan Lokasi Pengguna
Google menjelaskan, nama yang ditampilkan pada Google Maps akan berbeda berdasarkan lokasi pengguna.
Baca Juga: Bursa Australia Flat, Saham Tambang Emas Tertekan Pernyataan Hawkish The Fed "Karena kami memperbarui Google Maps untuk mencerminkan perubahan nama dalam sumber resmi pemerintah, yang untuk AS adalah GNIS, orang yang menggunakan Maps di AS akan melihat 'Lake America', mereka yang berada di Kanada akan tetap melihat 'Lake Ontario', dan mereka yang berada di luar AS dan Kanada akan melihat kedua nama tersebut," kata Google dalam unggahan blog pada Sabtu. Dengan kebijakan tersebut, pengguna Google Maps di Amerika Serikat akan melihat Lake America, sementara pengguna di Kanada tetap akan melihat Lake Ontario. Adapun pengguna di negara lain akan mendapatkan tampilan kedua nama tersebut. Kebijakan ini memungkinkan Google menyesuaikan data pemetaan dengan standar resmi masing-masing negara.
Perubahan Nama Lake Ontario Picu Reaksi Kanada
Keputusan Trump tersebut langsung mendapat penolakan dari sejumlah pejabat Kanada dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak perubahan nama tersebut pada Kamis. Sementara itu, Gubernur New York Kathy Hochul, negara bagian AS yang memiliki perbatasan panjang dengan Kanada, juga menyatakan tidak akan menggunakan nama baru tersebut. "New York tidak akan menyebutnya seperti itu," ujar Hochul. Gubernur Vermont Phil Scott juga mengkritik keputusan Trump dan menyebutnya sebagai tindakan yang "sepele dan mengecewakan". Di Kanada, Premier Ontario Doug Ford pada Sabtu bahkan memperlihatkan sebuah papan besar di tepi danau yang bertuliskan "Lake Ontario: Now and Always" dalam bahasa Inggris dan Prancis.
Baca Juga: Nikkei Anjlok Hampir 2% Senin (31/8), Investor Jepang Waspadai Kenaikan Suku Bunga "Presiden Trump dapat menyebutnya apa pun yang dia inginkan, tetapi saya dapat mengatakan kepada Anda, seluruh dunia akan selalu menyebutnya Lake Ontario," kata Ford.
Google Pernah Ubah Nama Teluk Meksiko
Perubahan nama Lake Ontario bukan pertama kalinya Google Maps menyesuaikan penamaan geografis setelah keputusan Trump. Pada tahun lalu, Google Maps juga mengubah nama Gulf of Mexico menjadi Gulf of America bagi pengguna di Amerika Serikat. Perubahan tersebut dilakukan setelah Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada hari pertama masa jabatannya untuk mengganti nama teluk tersebut. Seperti halnya Lake Ontario, perubahan nama Gulf of Mexico juga tidak otomatis mengubah konvensi penamaan yang digunakan negara lain.
Situs Pemerintah Ontario Ikut Terdampak
Perubahan data Google Maps ternyata juga mulai berdampak pada sejumlah situs web milik pemerintah Ontario. Menteri Ontario Stephen Crawford pada Minggu mengatakan pemerintah provinsi tersebut sedang meninjau situs-situs webnya setelah nama Lake America muncul pada beberapa laman, termasuk situs Liquor Control Board of Ontario (LCBO). LCBO merupakan salah satu pembeli minuman beralkohol terbesar di dunia. Lembaga tersebut sebelumnya menghentikan penjualan minuman beralkohol asal Amerika Serikat sebagai bagian dari respons Kanada terhadap perang dagang dengan AS. "Beberapa situs web lembaga pemerintah Ontario mengambil data peta langsung dari Google Maps," kata Crawford melalui media sosial X. "Menyusul perubahan terbaru oleh Google, kami secara aktif meninjau situs web kami untuk memastikan semuanya mengidentifikasi Lake Ontario dengan nama yang benar: Lake Ontario," lanjutnya.
Baca Juga: Indeks KOSPI Anjlok 2% di Pagi Ini (31/8), Tertekan Komentar Warsh Perubahan Nama di Tengah Ketegangan Dagang AS-Kanada
Perselisihan mengenai nama Lake Ontario menambah daftar isu yang memperburuk hubungan Amerika Serikat dan Kanada. Kedua negara sebelumnya telah saling mengenakan tarif terhadap berbagai produk sebagai bagian dari perselisihan perdagangan. Lake Ontario sendiri memiliki posisi geografis dan historis penting karena menjadi bagian dari sistem Great Lakes yang menghubungkan wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Meskipun pemerintah AS dapat menetapkan nama resmi untuk keperluan pemetaan di wilayahnya, keputusan tersebut tidak memiliki kewenangan untuk mengubah standar penamaan yang digunakan Kanada maupun negara-negara lain. Google pun memilih pendekatan berbeda berdasarkan lokasi pengguna. Dengan demikian, Lake Ontario akan dikenal sebagai Lake America di Google Maps untuk pengguna AS, tetap sebagai Lake Ontario di Kanada, dan ditampilkan dengan kedua nama di wilayah lainnya.