Google Mendeteksi Aktivitas Hacker Rusia, Belarusia, dan China di Ukraina



KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Google melaporkan telah melihat tingginya aktivitas hacker Rusia dan Belarusia di jaringan digital Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Dilansir dari Reuters, para hacker tersebut melakukan aksi spionase, kampanye phising, serta serangan lainnya.

Dalam sebuah postingan di blog resminya hari Senin (7/3), Grup Analisis Ancaman Google mengatakan bahwa selama dua minggu terakhir unit peretasan Rusia FancyBear telah mengirim email phishing ke media Ukraina perusahaan UkrNet.

Pesan phishing yang dikirim bertujuan untuk mencuri informasi dari pihak yang membuka pesan tersebut. Dengan metode ini, peretas dapat menembus komputer target dan akun online.


Baca Juga: Didesak Barat untuk Mengecam Rusia, PM Pakistan: Apakah Kami Budak Anda?

Google tidak mengatakan apakah ada serangan yang berhasil. Sementara pihak Rusia menyangkal menggunakan peretas untuk mengejar musuhnya.

Bukan hanya Rusia, peretas dari Belarusia juga diduga ikut meramaikan dunia digital Ukraina. Google melaporkan adanya aktivitas kelompok peretas Ghostwriter/UNC1151 yang mencoba mencuri kredensial akun melalui upaya phishing pada organisasi pemerintah dan militer Polandia dan Ukraina.

Bulan lalu, pejabat keamanan siber Ukraina mengatakan peretas Belarusia menargetkan alamat email pribadi personel militer Ukraina dan individu lain yang terkait dengan badan militer.

Baca Juga: Bank Sentral Eropa Ajak Semua Bank Bersiap Menghadapi Serangan Siber dari Rusia

Google juga menemukan aktivitas kelompok Mustang Panda, atau Temp.Hex, yang diidentifikasi berbasis di China. Kelompok peretas ini mengirimkan pesan dengan lampiran bermuatan virus ke sejumlah entitas Eropa dengan nama file seperti "Situasi di perbatasan Uni Eropa dengan Ukraina.zip".

Untuk saat ini Google masih mencoba mempelajari aktivitas Mustang Panda yang sejauh ini diketahui berfokus pada target di Asia Tenggara.

Sejak invasi Rusia dimulai bulan lalu, Ukraina telah secara terbuka meminta komunitas peretasnya untuk membantu melindungi infrastruktur dan melakukan misi mata-mata dunia maya terhadap pasukan Rusia.