Google Rilis Nano Banana 2: Olah Gambar Lebih Cepat, Kualitas Lebih Pro



KONTAN.CO.ID - Google resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) pembuat gambar terbaru bernama Nano Banana 2.

Model yang juga dikenal sebagai Gemini 3.1 Flash Image ini dirancang untuk menghasilkan visual berkualitas tinggi dengan kecepatan sangat tinggi.

Nano Banana 2 adalah penerus model Nano Banana yang sempat viral pada Agustus tahun lalu, serta menggabungkan kecerdasan Nano Banana Pro dengan performa cepat khas Gemini Flash.


Baca Juga: 4 HP Android Desain Mirip iPhone 17 Pro Max: Harga Jauh Lebih Ekonomis

Menggabungkan Kecepatan Tinggi dan Kualitas Pro

Salah satu keunggulan utama Nano Banana 2 adalah kemampuannya menghadirkan kualitas gambar setara model profesional tanpa mengorbankan kecepatan.

Dalam rilis resminya pada 26 Februari 2026, Google menyebut model ini mampu melakukan pengeditan cepat dan iterasi berulang secara instan, sehingga cocok untuk kebutuhan kreatif maupun produksi konten.

Model ini juga didukung basis pengetahuan dunia nyata dari ekosistem Gemini, termasuk informasi dan gambar terkini dari pencarian web.

Sederhananya, AI dapat memahami konteks objek, lokasi, maupun konsep secara lebih akurat.

Kemampuan tersebut memungkinkan berbagai penggunaan praktis, seperti membuat infografik otomatis, mengubah catatan menjadi diagram visual, dan menghasilkan visualisasi data.

Selain itu, Nano Banana 2 mampu menampilkan teks di dalam gambar secara jelas dan akurat. AI ini bahkan dapat menerjemahkan dan melokalkan teks dalam gambar agar dapat digunakan di berbagai bahasa.

Baca Juga: Pixel 10a Resmi: Desain Baru, Fitur AI Lengkap, Kamera Terbaik, Harga US$499

Kelebihan Utama Nano Banana 2

Google menekankan bahwa Nano Banana 2 dirancang untuk mempersempit kesenjangan antara kecepatan dan kualitas visual. Berikut adalah beberapa kelebihan utama Nano Banana 2 yang membuatnya lebih baik dari versi sebelumnya:

  • Konsistensi Karakter dan Objek: Nano Banana 2 mampu mempertahankan kemiripan hingga lima karakter sekaligus serta menjaga detail hingga 14 objek dalam satu proses.
  • Mengikuti Instruksi Secara Presisi: Model ini memiliki kemampuan memahami perintah kompleks dengan lebih baik. Detail kecil dari ide pengguna dapat ditangkap secara akurat.
  • Fleksibilitas Resolusi hingga 4K: Nano Banana 2 mendukung berbagai rasio aspek dan resolusi mulai dari 512 piksel hingga 4K.
  • Visual Lebih Realistis dan Tajam: Google meningkatkan kualitas tekstur, pencahayaan, dan detail gambar sehingga menghasilkan visual yang lebih hidup dan fotorealistik, tanpa mengorbankan kecepatan pemrosesan.
Selain itu, untuk meningkatkan transparansi konten generatif, Google membekali Nano Banana 2 dengan teknologi penanda asal konten.

Model ini menggunakan SynthID, watermark digital untuk konten AI. Ada juga C2PA Content Credentials yang menjadi standar verifikasi lintas platform.

Teknologi ini memungkinkan pengguna mengetahui apakah suatu gambar dibuat oleh AI serta memahami proses pembuatannya.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop 3 Jutaan untuk Anak Sekolah: Ada yang Baru & Bekas

Tersedia di Berbagai Layanan Google

Dalam pengumuman resminya, Google memastikan bahwa Nano Banana 2 mulai digulirkan ke berbagai produk mereka, antara lain: 

  • Aplikasi Gemini, menggantikan Nano Banana Pro pada mode utama
  • Google Search melalui AI Mode dan Lens
  • AI Studio dan Gemini API dalam versi pratinjau
  • Vertex AI di Google Cloud
  • Flow sebagai model default pembuat gambar
  • Google Ads untuk pembuatan materi kampanye
Pengguna berlangganan Google AI Pro dan Ultra tetap dapat menggunakan Nano Banana Pro untuk kebutuhan khusus melalui opsi regenerasi gambar.

Baca Juga: Rilis 5 Maret, Harga Huawei Mate X7 Indonesia Diprediksi Tembus Rp 40 Juta?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: