Gopay Tabungan Akan Jadi Andalan Bank Jago (ARTO) Mengelola Biaya Dana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Jago (ARTO) berhasil mengelola biaya dana (Cost of Fund/CoF) dengan baik di tengah era kebijakan moneter yang masih ketat. Hal ini tak lepas dari rasio dana murah bank digital ini cukup besar. 

Hingga akhir September 2023, total Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp 10,3 triliun. DPK bank digital tersebut tumbuh 41% secara year-on-year (yoy). 

Rasio dana murah atau Current Account dan Saving Account (CASA) Bank Jago mencapai 73%. Ini sejalan dengan peningkatan giro dan tabungan sebesar 47% secara tahunan. Rasio CASA ini meningkat dari 69% pada akhir tahun 2022 lalu.


Pertumbuhan CASA justru lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK. Selain itu pertumbuhan CASA juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan dana mahal seperti deposito yang naik 29% yoy. 

Mengutip materi presentasi kinerja kuartal III-2023 Bank Jago, biaya dana tersebut naik 90 basis poin (bps) secara tahunan. Namun, secara kuartalanm, tercatat turun 70 bps dari puncaknya di kuartal II-2023. 

Baca Juga: Laba Bersih Bank Jago (ARTO) Naik 24% YoY di Kuartal II-2023, Ini Penyebabnya

Erni Marsella Siahaan, analis dari Ciptadana Sekuritas menyoroti perkembangan dana murah Bank Jago sebagai salah satu bentuk pendorong perbaikan kinerja pionir bank digital tersebut. 

“ARTO juga berhasil menurunkan deposito 13% secara kuartalan, sehingga rasio CASA membaik menjadi 76% pada kuartal III dari 71% pada kuartal II. Angka ini tetap menjadi yang tertinggi di antara bank-bank digital lainnya. Hasilnya, CoF juga membaik sebesar 80 bps secara kuartalan menjadi 3,0% pada kuartal III," tulis Erni dalam risetnya dikutip Selasa (31/10).

Lebih lanjut, ia melihat prospek produk hasil kolaborasi dengan GoTo Financial (GTF) yaitu GoPay Tabungan akan  menjanjikan. Penggunaan awal Gopay Tabungan'cukup menjanjikan, dengan tingkat pendanaan di atas 80%, hampir tiga kali lipat tingkat pendanaan rekening Jago biasa. 

Bank Jago melihat nasabah melakukan transaksi segera setelah mengupgrade Gopay mereka menjadi Gopay Tabungan, sehingga menghasilkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan nasabah.

Abdul Azis, analis Kiwoom Sekuritas juga menilai bahwa keberhasilan Bank Jago dalam mengelola CoF di saat suku bunga masih tinggi sebagai suatu bentuk keberhasilan yang patut diapresiasi. 

Baca Juga: Bunga Deposito Bank Akan Semakin Menarik

Ia bilang, biaya dana selalu menjaid sorotan di sata suku bunga acuan naik. Namun, Bank Jago menurutnya dapat mengoptimalkan strategi pendanaan dengan CASA yang secara nominal serta proporsi tumbuh.

"Hal ini menjadi salah satu katalis positif untuk profitabilitas bank di saat suku bunga naik. Ini dapat diapresiasi” kata dia.

Azis juga mengapresiasi peluncuran fitur GoPay Tabungan. Ia menilai strategi Bank Jago untuk mendapatkan akses pendanaan murah dengan volume besar melalui kolaborasi launching GoPay Tabungan akan semakin memperbaiki struktur DPK bank.

Azis menilai dengan fokus mengincar dana murah yang berdampak positif terhadap NIM akan menjadi katalis positif untuk harga saham Bank Jago ke depan di tambah dengan tren koreksi harga saham yang sudah dalam membuat valuasi menjadi relative murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk