GOTO Berhasil Cetak Laba Tiga Kuartal Beruntun, Bisnis Fintech Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencatatkan laba bersih pada Kuartal III-2026. Pertumbuhan bisnis Fintech GoPay menopang kinerja di tengah tekanan Mobility.

GOTO membukukan laba bersih Rp 441 miliar pada Kuartal III-2026, memperpanjang tren profitabilitas menjadi tiga kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih tumbuh 17% secara tahunan menjadi Rp 5,6 triliun.

Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan meningkat 84% menjadi Rp 950 miliar. Secara kumulatif, GOTO mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,16 triliun.


Baca Juga: BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Ini Saham Pilihan Analis

Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai perbaikan kinerja tersebut mencerminkan penguatan kontribusi segmen Fintech GoPay. 

"Pertumbuhan bisnis ini membantu mengimbangi tekanan yang masih membayangi layanan Mobility," jelasnya dalam keterangannya, Jumat (30/10).

Di sisi lain, penerapan komisi 8% pada layanan transportasi roda dua menekan pendapatan dan profitabilitas bisnis Mobility. Kebijakan tersebut berlaku sepanjang Kuartal III-2026.

Phintraco Sekuritas mencatat pendapatan Mobility turun 13% secara kuartalan menjadi Rp 757 miliar. EBITDA yang disesuaikan juga merosot 45% menjadi Rp 159 miliar.

Meski demikian, nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) Mobility masih tumbuh 7% menjadi Rp 6,3 triliun. Hal ini menunjukkan aktivitas transaksi tetap berkembang.

Namun, profitabilitas GoRide berangsur membaik dan mendekati titik impas menjelang akhir kuartal. Tekanan Mobility turut membuat adjusted EBITDA segmen ODS turun 25,2% menjadi Rp 347 miliar.

Sebaliknya, segmen Fintech GoPay mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Pendapatan bersihnya melonjak 49% secara tahunan menjadi Rp 2,3 triliun, sedangkan adjusted EBITDA melesat 304%.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 7,03% Sepekan, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Pekan Depan

Adjusted EBITDA Fintech mencapai Rp 550 miliar, melampaui kontribusi segmen ODS. Pertumbuhan ini didukung peningkatan aktivitas transaksi serta penyaluran pinjaman kepada konsumen.

Jumlah pengguna aktif bertransaksi bulanan meningkat 26% menjadi 30,4 juta. Sementara itu, volume transaksi tumbuh 86% menjadi 2,8 miliar transaksi sepanjang Kuartal III-2026.

GTV inti Fintech juga meningkat 96% menjadi Rp 187 triliun. Adapun total pinjaman yang disalurkan GOTO mencapai Rp 12,05 triliun pada periode tersebut.

Aditya menilai pertumbuhan transaksi, ekspansi penyaluran pinjaman, serta peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting. Ketiganya mendukung perbaikan laba GOTO di tengah tantangan regulasi.

Sejalan dengan kinerja tersebut, GOTO menaikkan target adjusted EBITDA 2026 menjadi Rp 3,5 triliun–Rp 3,7 triliun. Sebelumnya, perseroan memasang target Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun.

Sejalan dengan keputusan manajemen GOTO, BNI Sekuritas juga merevisi naik proyeksi adjusted EBITDA GOTO sebesar 9% menjadi Rp 3,7 triliun. Angka tersebut sejalan dengan batas atas target terbaru perusahaan.

BNI Sekuritas juga memperkirakan batas komisi tersebut memangkas adjusted EBITDA GoRide sekitar Rp 150 miliar pada Kuartal III-2026. Profitabilitas GoRide bahkan sempat negatif pada Juli.

Baca Juga: Selamat Sempurna (SMSM) Tebar Dividen Interim Rp 259,14 Miliar, Simak Jadwalnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News