KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang semester I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 423 miliar. Meski demikian, tantangan yang lebih besar diperkirakan baru akan muncul pada paruh kedua tahun ini, terutama setelah mulai berlakunya kebijakan batas tarif komisi (take rate) sebesar 8% untuk layanan transportasi roda dua pada Juli 2026. Analis Maybank Sekuritas Indonesia Etta Rusdiana Putra dalam riset Senin 3 Agustus 2026 menilai capaian semester pertama menunjukkan keberhasilan transformasi operasional perseroan. Oleh karena itu, Maybank tetap mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham GOTO dengan target harga Rp 80 per saham. "Kami memandang hasil semester I 2026 cukup kuat, seiring GOTO membukukan laba kuartalan keduanya sebesar Rp 253 miliar pada kuartal II 2026. Namun, kami melihat kuartal III 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kisah pemulihan kinerja perusahaan, terutama setelah penerapan regulasi take rate 8% untuk layanan transportasi roda dua mulai Juli," kata Etta dalam risetnya.
GOTO Cetak Laba di Semester I, Tapi Aturan Baru Bisa Bikin Kembali Merugi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang semester I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 423 miliar. Meski demikian, tantangan yang lebih besar diperkirakan baru akan muncul pada paruh kedua tahun ini, terutama setelah mulai berlakunya kebijakan batas tarif komisi (take rate) sebesar 8% untuk layanan transportasi roda dua pada Juli 2026. Analis Maybank Sekuritas Indonesia Etta Rusdiana Putra dalam riset Senin 3 Agustus 2026 menilai capaian semester pertama menunjukkan keberhasilan transformasi operasional perseroan. Oleh karena itu, Maybank tetap mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham GOTO dengan target harga Rp 80 per saham. "Kami memandang hasil semester I 2026 cukup kuat, seiring GOTO membukukan laba kuartalan keduanya sebesar Rp 253 miliar pada kuartal II 2026. Namun, kami melihat kuartal III 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kisah pemulihan kinerja perusahaan, terutama setelah penerapan regulasi take rate 8% untuk layanan transportasi roda dua mulai Juli," kata Etta dalam risetnya.
TAG: