GOTO Cetak Laba Perdana, Saham Makin Menarik Dikoleksi? Analis Pasang Target Rp110



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) langsung merespons positif pencapaian bersejarah perseroan yang untuk pertama kalinya membukukan laba kuartalan. Analis menyatakan saham GOTO semakin menarik dikoleksi dan memiliki potensi kenaikan harga tinggi.

Setelah pengumuman kinerja kuartal I-2026, harga saham GOTO pada perdagangan Rabu (29/4/2026) melonjak 3,77% ke level Rp55 per saham.

Momentum ini memicu optimisme analis bahwa saham GOTO semakin menarik dikoleksi, dengan target harga tertinggi mencapai Rp110 per saham.


Per Maret 2026, GOTO mencatat laba bersih periode berjalan Rp171 miliar, menandai titik balik penting perjalanan perusahaan menuju profitabilitas berkelanjutan.

Pencapaian tersebut ditopang pendapatan bersih yang tumbuh 26% secara tahunan menjadi Rp5,34 triliun, dari Rp4,23 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Resmi! Dividen Saham Blue Chip Rp 37.700/Lot Siap Diserok, 4X Bunga Deposito!

Mesin GOTO

Dua mesin utama pertumbuhan GOTO, yakni on-demand services (ODS) dan financial technology (fintech), menjadi penopang utama lonjakan kinerja.

Segmen fintech yang menaungi GoPay mencatat pendapatan bersih Rp1,9 triliun, melonjak 58% secara tahunan.

Pertumbuhan ini didukung ekspansi bisnis pembayaran dan pinjaman. Volume transaksi aplikasi GoPay mencapai 2 miliar transaksi pada kuartal pertama 2026, naik 84% year on year.

Jumlah pengguna bertransaksi bulanan juga tumbuh 33% menjadi 27,5 juta pengguna.

Sejalan dengan itu, nilai buku pinjaman GOTO melonjak 59% menjadi Rp9,9 triliun, mendorong adjusted EBITDA fintech mencapai Rp364 miliar atau naik 674%.

Dari sisi ODS, pendapatan tumbuh 12% menjadi Rp3,4 triliun dengan adjusted EBITDA Rp439 miliar, naik 40% secara tahunan.

Secara grup, adjusted EBITDA mencapai Rp907 miliar pada Januari-Maret 2026, melesat 131% dan tetap sejalan dengan target manajemen.

Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyebut capaian kuartal pertama mencerminkan hasil transformasi bisnis yang telah berjalan bertahun-tahun.

Sementara Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menegaskan operating leverage kini semakin tertanam secara struktural dalam bisnis perseroan.

Manajemen juga mempertahankan panduan adjusted EBITDA sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Selain efisiensi biaya, strategi teknologi dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dinilai mulai berkontribusi terhadap penurunan biaya layanan dan peningkatan profitabilitas.

Tonton: Kemiskinan Ekstrem Turun ke 0,78%, Muhaimin: MBG dan Kedaulatan Pangan Jadi Pendorong

Prospek Saham GOTO

Prospek ini mendorong sejumlah analis menaikkan optimisme terhadap saham GOTO.

BRI Danareksa Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas sama-sama memberi rekomendasi beli, dengan target harga masing-masing Rp80 dan Rp110.

Analis global juga cenderung bullish. Citi memasang target Rp80, UBS Rp100, Deutsche Bank Rp95, Ciptadana Rp100, sementara OCBC Sekuritas dan Indo Premier menilai saham ini berpotensi menuju Rp110.

Ryan Winipta mempertahankan rating buy dengan target harga Rp110, ditopang peningkatan EBITDA berkelanjutan dan jalur profitabilitas yang makin kuat.

Dengan laba perdana yang akhirnya tercapai, pertumbuhan bisnis inti tetap solid, serta dukungan target harga analis yang agresif, saham GOTO kini kembali masuk radar investor sebagai salah satu saham teknologi dengan potensi rerating.  

Prabowo Janji Kucurkan Bantuan Langsung untuk Pengolahan Sampah di Daerah
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News