GOTO Masuk Indeks LQ45, Analis Sarankan Jangan Buru-Buru Entry



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil melesat 13,16% atau naik Rp 40 ke posisi Rp 344 per saham pada perdagangan Kamis (2/6). Nilai tersebut lebih tinggi dari harga saham initial public offering (IPO) GOTO di Rp 338 per saham.

Mengutip data RTI, volume saham yang ditransaksikan mencapai 5,64 miliar saham. Sementara nilai transaksi emiten berkode saham GOTO ini mencapai Rp 1,89 triliun.

Penguatan ini juga ikut mendorong nilai kapitalisasi GOTO, yang mengembang menjadi Rp 407 triliun. Kapitalisasi pasar GOTO bertambah Rp 47 triliun dalam sehari.


Baca Juga: Saham GOTO Masuk 3 Indeks Utama, Begini Strategi Manajer Investasi Atur Portofolio

Founder & CEO Emtrade Ellen May mencermati secara teknikal candle saham GOTO telah membentuk doji dan ditambah dengan volatilitas yang tinggi. Dia menganalisis pola GOTO mirip dengan IHSG.

Pada perdagangan Kamis (2/6), sambung Ellen, saham GOTO sempat break out sampai level tertingginya di angka Rp 346 per saham. Kenaikan saham teknologi ini seiringan dengan tingginya volume transaksi saham GOTO.

"Jadi di sini wait and see aja jangan buru-buru masuk karena kalau diperhatikan investor besar mereka enggak akan beli di harga ketinggian," kata Ellen dalam sesi live Instagram, Kamis (2/6).

Baca Juga: Saham GOTO Masuk Tiga Indeks Utama, Begini Pengaruhnya Pada Manajer Investasi

Hal ini sehubungan dengan masuknya GOTO dalam indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 yang dapat termasuk dalam golongan indeks utama. Ellen bilang setidaknya manajer investasi (MI) harus punya saham-saham dari LQ45 minimal 80%.

Adapun berdasarkan hitungannya bobot GOTO di LQ45 di sekitar 10%. Sementara, di IDX 30 bobot GOTO berada di sekitar 12%.

Dengan begitu, dia menilai ada kemungkinan bahwa investor besar termasuk MI akan mulai mengoleksi saham GOTO ini untuk masuk dalam portofolionya. Namun menurutnya, investor besar tidak akan entry ketika harga tinggi.

Baca Juga: Saham GOTO Masuk Indeks LQ45, Sucorinvest AM Masih Pertahankan Strategi Taktikal

"Jadi lagi pula manajer investasi atau investor besar gak akan beli di posisi tinggi, tapi yang mereka lakukan beli ketika ada diskon atau ketika dia turun," imbuhnya.

Meski pun GOTO masuk indeks LQ45, IDX30 dan IDX80, Ellen kembali mengingatkan untuk tidak terburu-buru. Walaupun LQ45 atau IDX30 berisikan saham yang punya likuiditas dan market cap tinggi, dia menekan untuk kembali pada fundamental.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News