Grab Akuisisi Atome US$ 1,49 Miliar, Perkuat Bisnis Paylater di Indonesia & Asean



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Grab pada Selasa (15/9/2026) menyatakan akan mengakuisisi penyedia layanan buy now, pay later (BNPL) Atome Financial dalam transaksi yang pada akhirnya dapat memberikan valuasi perusahaan tersebut hingga US$ 4,5 miliar.

Langkah ini mempercepat ekspansi Grab di bisnis pembiayaan konsumen Asia Tenggara, seiring perusahaan berupaya memperdalam bisnis jasa keuangan di samping layanan transportasi dan pesan-antar makanan.

Grab melihat bisnis jasa keuangan sebagai salah satu cara untuk menghadapi kenaikan biaya operasional melalui produk dengan margin yang lebih tinggi.


Baca Juga: TikTok Dorong LIVE Jadi Profesi, 240 Juta Kreator Siaran Langsung pada 2025

Grab akan membeli 60% saham Atome yang berbasis di Singapura dengan nilai awal US$ 1,49 miliar. Akuisisi tersebut akan menggabungkan bisnis pinjaman BNPL, pinjaman tunai konsumen, kartu BNPL, serta layanan pinjaman digital Atome dengan bisnis jasa keuangan milik Grab.

Grab juga telah menyepakati pembelian sisa 40% saham Atome sekitar dua tahun setelah transaksi selesai. Pembelian tersebut akan menggunakan skema berbasis kinerja yang dikaitkan dengan EBITDA dan pendapatan Atome.

Dengan struktur transaksi tersebut, Atome dinilai memiliki valuasi antara US$ 2 miliar hingga US$ 4,5 miliar.

Transaksi ini diperkirakan rampung pada kuartal III 2027.

Presiden sekaligus Chief Operating Officer Grab, Alex Hungate, mengatakan akuisisi Atome akan memungkinkan Grab mempercepat ekspansi layanan BNPL di kawasan Asia Tenggara.

Grab saat ini telah mengembangkan produk BNPL di Malaysia dan Singapura. Namun, dengan mengakuisisi Atome, Grab dapat mempercepat ekspansi ke Filipina, Indonesia, dan Thailand.

Menurut Hungate, akuisisi tersebut memungkinkan Grab untuk melompati tahapan waktu yang diperlukan jika perusahaan membangun bisnis BNPL dari awal.

Grab pertama kali meluncurkan produk cicilan tanpa bunga untuk pembelian konsumen pada 2019 melalui usaha patungan dengan perusahaan kartu kredit asal Jepang, Credit Saison.

Dengan mengakuisisi Atome, Grab dapat lebih fokus mengembangkan skala bisnis tanpa harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun model kredit sendiri dan menanggung kerugian yang biasanya muncul dalam proses penyempurnaan model tersebut.

Hungate menambahkan, Grab juga dapat memanfaatkan tiga bank digital yang dimilikinya untuk menekan biaya pendanaan aset Atome.

Grab saat ini beroperasi di lebih dari 900 kota di Asia Tenggara dan menjalankan bisnis pemberi pinjaman digital berlisensi di Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Bersamaan dengan pengumuman akuisisi tersebut, Grab juga menaikkan target keuangannya untuk 2028.

Grab menargetkan adjusted EBITDA sebesar US$ 1,7 miliar pada 2028, serta pertumbuhan pendapatan tahunan lebih dari 30% sepanjang periode 2025-2028.

Baca Juga: WTO Beri Alarm! Perdagangan Global di Titik Kritis, Ekonomi Dunia Bisa Tertekan

Chief Financial Officer Grab, Peter Oey, mengatakan segmen jasa keuangan perusahaan, termasuk Atome Financial setelah akuisisi, ditargetkan menghasilkan adjusted EBITDA sebesar US$ 500 juta pada 2028.

"Jika melihat jadwal penyelesaian transaksi, kami memperkirakan Atome Financial, bersama dengan segmen Jasa Keuangan lainnya, akan menghasilkan adjusted EBITDA sebesar US$500 juta pada 2028, dengan total portofolio pinjaman bruto lebih dari US$6 miliar," ujar Oey.

Chief Executive Officer perusahaan konsultan asal Singapura Momentum Works, Jianggan Li, menilai akuisisi tersebut pada dasarnya merupakan langkah Grab untuk membeli waktu sekaligus memperbesar skala bisnis.

Menurut dia, bisnis kredit konsumen di Asia Tenggara semakin banyak berada di dalam platform perdagangan besar atau ekosistem dompet digital utama.

Seiring proses penilaian kredit (underwriting) dan penagihan (collection) semakin menjadi layanan yang terstandardisasi, kemampuan mendistribusikan produk kredit kepada konsumen akan menjadi semakin penting.