Grab Revisi Naik Target Pendapatan 2026, Buyback Saham US$ 750 Juta



KONTAN.CO.ID - Grab Holdings menaikkan proyeksi pendapatan tahun 2026 seiring kuatnya permintaan terhadap layanan transportasi online (ride-hailing) dan pesan-antar (delivery).

Perusahaan juga mengumumkan program pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 750 juta.

Baca Juga: Trump Klaim Pembicaraan dengan Iran Berlangsung, Teheran Membantah Ada Negosiasi


Mengutip Reuters, Selasa (4/8), Grab kini memperkirakan pendapatan sepanjang 2026 berada di kisaran US$ 4,10 miliar hingga US$ 4,15 miliar, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar US$ 4,04 miliar hingga US$ 4,10 miliar.

Berdasarkan data LSEG, proyeksi terbaru tersebut sejalan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan pendapatan Grab tahun ini mencapai sekitar US$ 4,12 miliar.

Prospek yang lebih optimistis didorong oleh meningkatnya permintaan layanan transportasi dan pesan-antar, yang ditopang berbagai program promosi serta ekspansi platform perusahaan.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 7% ke Level Terendah Tiga Pekan, Trump Tunda Serangan ke Iran

Menanggapi kabar tersebut, saham Grab yang tercatat di bursa Nasdaq naik lebih dari 3% dalam perdagangan setelah penutupan pasar (after-hours). Meski demikian, sepanjang tahun ini saham Grab masih terkoreksi lebih dari 26%.

Sebagai perusahaan ride-hailing dan layanan pesan-antar terbesar di Asia Tenggara, Grab mengandalkan sejumlah inovasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis intinya.

Di antaranya adalah fitur order bundling, yang memungkinkan beberapa pesanan digabung dalam satu pengantaran, serta layanan hemat Saver yang menawarkan biaya lebih murah bagi pelanggan.

Strategi tersebut ditujukan untuk menarik konsumen yang semakin sensitif terhadap harga di tengah kenaikan biaya hidup, termasuk lonjakan harga bahan bakar akibat konflik Iran.

Selain memperkuat bisnis utama, Grab juga terus memperluas layanan pengiriman bahan makanan (grocery delivery), yang menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 5% ke Level Terendah Tiga Pekan, Trump Tunda Serangan ke Iran

Di sisi lain, perusahaan mempercepat pengembangan bisnis layanan keuangan dengan memperluas penawaran pinjaman dan produk asuransi bagi mitra pengemudi maupun pelaku usaha yang menggunakan platform Grab.

Pada kuartal II 2026 yang berakhir Juni, Grab membukukan pendapatan sebesar US$ 997 juta, meningkat 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut juga melampaui ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan pendapatan Grab sebesar US$ 990,8 juta.