KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Graha Prima Mentari Tbk (
GRPM) telah menyusun strategi untuk memacu kinerja di tahun 2026. Selain memperkuat posisi sebagai distributor utama Coca-Cola, perseroan kini resmi menambah portofolio dengan mendistribusikan produk asal China, Dali Foods. Direktur Utama PT Graha Prima Mentari Tbk Agus Susanto mengungkapkan, pihaknya berhasil melewati tahun 2025 yang penuh tantangan bagi industri distribusi. Meski laba bersih mengalami sedikit tekanan, namun posisi neraca perusahaan dinilai makin solid dengan kenaikan aset dan penurunan utang. Asal tahu saja, laba bersih tahun berjalan emiten bersandi saham GRPM ini terkoreksi 8,78% yoy menjadi Rp 4,36 miliar, dari sebelumnya Rp 4,78 miliar pada 2024.
Baca Juga: Distributor Coca-Cola Graha Prima (GRPM) Catat Penjualan Rp 754 Miliar di 2025 "Tunjukkan bahwa kita sudah berada di strategi yang tepat. Di tengah dengan berbagai kesulitan usaha distribusi dan berbagai bisnis yang banyak yang kolaps di tahun 2025, puji syukur kita bisa melewati hal-hal berat itu bersama-sama," ujarnya dalam Public Expose secara daring, Senin (11/5/2026). Untuk tahun 2026, GRPM akan menjalankan strategi yang lebih tegas. Fokus utamanya mencakup penambahan produk dan prinsipal, perluasan area, efisiensi biaya, hingga langkah berani menutup area operasional yang dinilai tidak optimal atau memberikan kontribusi negatif bagi perseroan. Agus menjelaskan, penutupan cabang yang kurang produktif ini bertujuan agar perusahaan bisa melakukan relokasi sumber daya. "Hal-hal itu kita akan pertimbangkan untuk ditutup, akan dibuka lagi di daerah-daerah yang lebih potensial," tegasnya. Terkait kinerja tahun lalu, Agus mengakui ekspansi 13 area baru menjadi salah satu penyebab terkoreksinya laba bersih meski pendapatan naik. Penambahan cabang menuntut initial
cost yang besar, mulai dari sewa tempat, penambahan SDM, hingga investasi alat transportasi seperti truk dan forklift. "Utilities juga akan naik, otomatis akan men-
drag down laba bersih. Tetapi itu biasanya akan sementara. Begitu depresiasi berkurang, maka laba bersihnya akan naik lagi," jelasnya.
Baca Juga: TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia - Papua Nugini Langkah strategis lainnya di tahun ini adalah optimalisasi distribusi produk Dali Foods, pemain nomor satu di China untuk kategori roti dan biskuit. Pasca penunjukan sebagai distributor pada Desember 2025 lalu, GRPM mulai merambah pasar di wilayah Bali, Purwakarta, hingga Subang. Agus menuturkan, pihaknya memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk mendistribusikan produk baru ini guna menjaga efisiensi biaya operasional. "Semuanya dalam satu gudang yang sama dengan yang ada di Coca-Cola. Jadi efisiensi gudang juga," kata Agus. Meski kontribusi Dali Foods saat ini masih tergolong kecil dibandingkan produk eksisting, Agus optimis dengan prospeknya. Menurutnya, produk tersebut mulai digemari karena harganya yang kompetitif, higienis, serta bergizi untuk segmen anak-anak maupun dewasa. Lebih lanjut, Agus menambahkan, guna mendukung seluruh rencana ekspansi tersebut, GRPM menyiapkan anggaran belanja modal atau
capital expenditure (Capex) yang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.
Baca Juga: Data Center Kongsi SM+, KIRA dan LG Sinar Mas Siap Beroperasi pada Kuartal IV-2026 "Tahun 2026 ini kita harapkan Capex-nya juga kurang lebih sama seperti tahun 2025. Sehingga kita bisa menambah cabang baru," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, GRPM merupakan distributor Coca Cola terbesar di Indonesia yang menguasai kurang lebih 10% dari total pangsa pasar distributor Coca Cola di Tanah Air. Untuk 2026, perseroan menyediakan belanja modal (
capex) sebanyak Rp 15 miliar yang difokuskan pada pembukaan cabang baru, khususnya untuk produk-produk Dali Foods. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News