Great Eastern Life Indonesia Andalkan SBN, Porsinya Capai 76,92%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi instrumen utama dalam portofolio investasi PT Great Eastern Life Indonesia. Hingga Juli 2026, perusahaan menempatkan dana sebesar Rp 12,80 triliun pada SBN.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 104, investasi pada SBN tersebut setara dengan 76,92% dari total investasi Great Eastern Life Indonesia yang mencapai Rp 16,64 triliun per Juli 2026.

Baca Juga: Klaim Kesehatan Industri Asuransi Jiwa Naik Dobel Digit pada Semester I-2026


Direktur Keuangan Great Eastern Life Indonesia Hana mengatakan, penempatan dana pada SBN terutama mempertimbangkan kesesuaian karakteristik instrumen tersebut dengan profil liabilitas jangka panjang yang berasal dari produk-produk asuransi perusahaan.

“Dengan demikian, dapat mendukung pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis secara berkelanjutan,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (2/9/2026).

Meski SBN mendominasi portofolio, Hana menyebut komposisi investasi dapat disesuaikan seiring perubahan komposisi produk dan kebutuhan portofolio perusahaan.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menjaga kesesuaian antara karakteristik aset dan profil liabilitas perusahaan.

Di tengah volatilitas pasar dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang berada di level 5,75%, Great Eastern Life Indonesia tetap menerapkan strategi investasi secara prudent.

Baca Juga: Tokio Marine Life Ungkap Prospek Unitlink Masih Bisa Tumbuh hingga Akhir 2026

Hana mengatakan, strategi tersebut berfokus pada pengelolaan aset dan liabilitas (asset liability management/ALM) untuk mendukung pemenuhan kewajiban jangka panjang kepada pemegang polis.

Sebagai perusahaan asuransi jiwa, pengelolaan risiko pasar, risiko reinvestasi, serta volatilitas nilai aset menjadi sejumlah aspek yang terus dicermati perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan portofolio investasi tetap mampu mendukung pemenuhan kewajiban kepada nasabah secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, Hana mengatakan alokasi investasi pada setiap instrumen dilakukan berdasarkan kebutuhan portofolio dan hasil kajian internal.

Strategi tersebut tetap mengacu pada kebijakan investasi perusahaan serta ketentuan regulator yang berlaku.

Selain SBN, instrumen dengan alokasi terbesar berikutnya adalah deposito berjangka sebesar Rp 1,26 triliun per Juli 2026.

Great Eastern Life Indonesia juga menempatkan dana sebesar Rp 1,17 triliun pada instrumen reksa dana.

Baca Juga: OJK Sebut Prospek Unitlink Masih Cerah, Tapi Pertumbuhannya Lebih Selektif

Hasil Investasi Melonjak

Di tengah strategi investasi tersebut, Great Eastern Life Indonesia mencatatkan kinerja hasil investasi yang cukup signifikan hingga Juli 2026.

Perusahaan membukukan hasil investasi sebesar Rp 1 triliun per Juli 2026. Nilai tersebut melonjak 138,09% secara tahunan (year on year/YoY).

Sementara itu, premi yang diperoleh Great Eastern Life Indonesia mencapai Rp 2,57 triliun. Adapun nilai klaim yang dibayarkan tercatat sebesar Rp 917,81 miliar hingga Juli 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News