Great Eastern Sebut Peluang Pertumbuhan Asuransi Marine Cargo Masih Terbuka Lebar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai peluang pertumbuhan bisnis asuransi marine cargo masih terbuka lebar, di tengah kondisi konsumsi domestik yang belum sepenuhnya pulih. Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia, Linggawati Tok menerangkan peluang salah satunya bisa dioptimalkan dari sektor nonkonsumsi.

Linggawati mengatakan peluang tersebut juga dipicu masih adanya aktivitas proyek infrastruktur dan konstruksi yang terus mendorong kebutuhan pengiriman material konstruksi, produk baja, beton pracetak, alat berat, hingga project cargo yang memiliki nilai dan volume pengiriman relatif besar.

"Selain itu, kebutuhan distribusi barang esensial, seperti Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan peralatan kesehatan tetap menjadi penopang utama aktivitas logistik nasional," ujarnya kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).


Sebagai negara kepulauan, Linggawati juga berpendapat Indonesia membutuhkan arus distribusi yang berkelanjutan. Dengan demikian, segmen nonkonsumsi relatif lebih resilient terhadap gejolak perdagangan global.

Baca Juga: OJK: Gejolak Timur Tengah Tingkatkan Risiko Asuransi Marine Cargo

Linggawati juga menerangkan peluang pertumbuhan didorong melalui strategi cross-selling kepada pemilik kapal, kontraktor, operator logistik, serta perusahaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC). Dia bilang Strategi tersebut memungkinkan peningkatan penetrasi bisnis marine cargo, sekaligus memperluas basis nasabah tanpa bergantung sepenuhnya pada pemulihan konsumsi masyarakat.

Terkait kinerja, Linggawati menerangkan lini bisnis asuransi marine cargo tercatat mengalami penurunan premi sebesar 21,49% Year on Year (YoY). Dia menyebut penurunan itu utamanya dipengaruhi melambatnya aktivitas perdagangan internasional yang berdampak pada berkurangnya volume ekspor dan impor yang disebabkan kondisi ekonomi, serta geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.

"Ditambah juga kebijakan ekspor hasil tambang mineral," tuturnya.

Baca Juga: Premi Asuransi Marine Cargo di Asuransi Umum Tumbuh 4,4% pada Semester I-2026

Linggawati menerangkan faktor lainnya adalah pelemahan daya beli masyarakat yang turut memengaruhi aktivitas perdagangan domestik. Dia bilang kondisi itu menyebabkan perlambatan distribusi barang dan menurunnya kebutuhan jasa logistik. Dengan demikian, berdampak langsung pada segmen kargo domestik. 

Linggawati menyampaikan kombinasi berbagai faktor tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap penurunan kinerja premi lini marine cargo perusahaan.

Sebagai informasi, total premi industri asuransi umum dari lini asuransi marine cargo mencapai Rp 2,89 triliun pada semester I-2026, atau meningkat 4,4% secara YoY. 

Baca Juga: Great Eastern: Prospek Asuransi Marine Cargo pada Semester II-2026 Bisa Lebih Baik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News